Berita

Ilustrasi

Bursa

Harga Minyak Dunia Naik Dibayangi Ancaman Pasokan Timur Tengah

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 10:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan di Timur Tengah kembali mengerek harga minyak dunia di tengah ancaman serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi Arab Saudi.

Pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik 85 sen atau 0,78 persen menjadi 109,64 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 76 sen atau 0,78 persen ke level 98,58 Dolar AS per barel.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan sebuah kapal tanker superbesar terbakar usai menabrak ranjau laut di selatan Selat Hormuz. Menurut laporan media Iran, kapal tersebut disebut melanggar aturan yang berlaku. Perusahaan pelacak kapal Kpler juga melaporkan sedikitnya 18 serangan terhadap kapal selama dua pekan terakhir.


Ancaman juga datang dari kelompok Houthi di Yaman yang pada Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah fasilitas dan wilayah di Arab Saudi, termasuk lokasi milik Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta bandara Riyadh dan Abha. Serangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di salah satu negara produsen minyak utama dunia.

Meski demikian, kenaikan harga minyak pada Rabu terjadi setelah kedua kontrak minyak utama itu melemah pada perdagangan sebelumnya. Harga Brent ditutup turun 76 sen atau 0,69 persen menjadi 108,79 Dolar AS per barel pada Selasa, setelah sempat menyentuh 111,99 Dolar AS per barel, level tertinggi dalam lima bulan. Sementara kontrak WTI untuk pengiriman November berakhir turun 1,87 Dolar AS atau 1,8 persen ke 101,79 Dolar AS per barel.

Di sisi lain, upaya diplomatik untuk meredakan konflik belum menunjukkan perkembangan berarti. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan Teheran belum menerima tanggapan dari Arab Saudi maupun kelompok Houthi atas tawaran Iran untuk membantu memfasilitasi perundingan damai. 

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan stok minyak Amerika Serikat, yang diperkirakan turun sekitar 800.000 barel pada pekan yang berakhir 16 Oktober.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya