Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Harga Emas Dunia Loyo, Investor Cermati Arah Suku Bunga AS

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia masih berada dalam tekanan seiring kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat (AS). Kondisi ini membuat investor memperhitungkan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas.

Emas spot turun 0,3 persen  menjadi 4.125,90 Dolar AS per ons pada Rabu dini hari 21, Oktober 2026.  Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,4 persen menjadi 4.142,60 Dolar AS per ons.

Penurunan tersebut menjadi pelemahan ketiga secara beruntun setelah harga emas terkoreksi 0,6 persen pada Senin dan mencatat penurunan dalam sepekan sebelumnya.


Tekanan terhadap emas terjadi ketika harga minyak mentah Brent bertahan di atas 110 Dolar AS per barel, mendekati level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kekhawatiran gangguan pengiriman energi di kawasan Teluk Persia, menyusul laporan serangan terhadap kapal di dekat Selat Hormuz, turut menopang harga minyak. 

Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran juga mengklaim telah menyerang sejumlah infrastruktur energi, bandara, dan fasilitas militer di Arab Saudi, termasuk fasilitas Aramco.

Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi karena meningkatkan biaya bahan bakar, transportasi, dan produksi. Jika tekanan harga terus berlanjut, bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.

Situasi ini menjadi beban bagi harga emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga bertahan tinggi, investor cenderung melirik instrumen lain yang menawarkan imbal hasil, seperti obligasi. Akibatnya, daya tarik emas dapat berkurang meskipun ketidakpastian geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap aset aman.

Pelaku pasar kini mencermati pertemuan The Fed pada 27-28 Oktober. Berdasarkan data CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 83 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. 

Namun, ekspektasi pasar menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 94 persen pada Desember. Arah kebijakan suku bunga AS akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pergerakan harga emas selanjutnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya