Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Kerusuhan Prancis dan Italia Seret Bursa Eropa ke Zona Merah

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa berada di zona merah setelah kenaikan harga minyak, ketegangan di Timur Tengah, dan kerusuhan di sejumlah negara menekan kepercayaan investor. 

Meski sempat pulih pada paruh kedua perdagangan, mayoritas indeks utama Eropa tetap ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, waktu setempat.

Indeks Stoxx 600 yang mencakup saham-saham Eropa turun 0,14 persen. FTSE 100 Inggris juga terkoreksi 0,29 persen, CAC 40 Prancis turun 0,38 persen, dan DAX Jerman melemah tipis 0,06 persen. Di tengah tekanan tersebut, indeks SMI Swiss justru menguat 0,76 persen setelah bangkit pada paruh kedua perdagangan.


Tekanan di pasar muncul di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya kerusuhan sipil di Prancis dan Italia serta ketegangan di Timur Tengah. Investor juga mencermati kenaikan harga minyak yang berpotensi menambah tekanan inflasi. Di Jerman, data yang menunjukkan percepatan tajam inflasi harga produsen turut membebani sentimen pasar.

Tekanan terhadap saham Eropa sempat berkurang ketika imbal hasil obligasi turun tipis dan harga minyak memangkas kenaikan awal. Minyak mentah Brent sempat menyentuh 111,99 Dolar AS per barel sebelum turun ke 105,95 Dolar AS, lalu kembali bergerak di kisaran 107 Dolar AS per barel.

Di Inggris, sejumlah saham mengalami tekanan meski beberapa perusahaan mencatatkan kinerja positif. Bunzl turun hampir 3 persen meskipun pendapatan kuartal ketiganya meningkat dan perusahaan mempertahankan proyeksi tahunan. Diploma melemah sekitar 4 persen, sedangkan IG Group Holdings turun hampir 3 persen. Sebaliknya, saham perusahaan properti Barratt Redrow melonjak hampir 4 persen.

Pergerakan saham di Jerman dan Prancis juga bervariasi. Di Jerman, Qiagen naik hampir 4 persen dan E.ON menguat sekitar 2,9 persen, sedangkan sejumlah saham seperti Siemens Energy dan Deutsche Bank ditutup melemah. Di Prancis, Sanofi melonjak 3,7 persen dan Accor naik hampir 3 persen, tetapi Schneider Electric dan Legrand masing-masing turun 3,3 persen dan 3 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya