Berita

Kejagung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. (Foto: Puspenkum Kejagung)

Politik

Dua Tahun Prabowo-Gibran

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 06:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas menyoroti maraknya kasus korupsi di lingkungan pemerintahan tepat dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka. 

Buya Anwar menilai, banyaknya pejabat dan pembantu Presiden Prabowo yang terjerat kasus korupsi dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap Kepala Negara.

"Di satu sisi Prabowo sebagai Presiden sangat bertekad memberantas korupsi, namun di sisi lain para pembantu dan anak buahnya justru melakukannya. Hal ini tentu membuat kepercayaan masyarakat kepada Prabowo menurun dan terganggu," kata Buya Anwar, dikutip dari MUI Digital, Rabu 21 Oktober 2026.


Buya Anwar mengapresiasi tekad kuat Presiden Prabowo yang berulang kali menegaskan komitmennya untuk melawan korupsi hingga ke akar-akarnya. Namun, komitmen tegas tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

Ia mencontohkan sejumlah dugaan kasus korupsi besar yang menjerat pejabat di lingkungan instansi pemerintah belakangan ini.

Mulai dari kasus di Badan Gizi Nasional (BGN), dugaan pemerasan K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), kasus dana siap pakai di BNPB, hingga dugaan pungli di lingkungan ATR/BPN.

"Hal ini sangat kita sesalkan," kata Buya Anwar.

Ia menyebut praktik tidak terpuji yang dilakukan para pembantu presiden ini jelas menodai komitmen pemberantasan korupsi yang digaungkan Istana.

Untuk memulihkan kepercayaan publik dan menghentikan kebocoran uang negara, Buya Anwar mendesak agar pemberantasan korupsi tidak berhenti sekadar menjadi slogan atau alat politik belakangan ini.

"Siapa pun yang terlibat harus ditindak, diperiksa, dan diproses secara transparan sesuai hukum yang berlaku. Jika Prabowo ingin berhasil, hukum harus ditegakkan secara serius dan bersungguh-sungguh," kata Buya Anwar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya