Berita

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Ferry Juliantono Bidik Penguatan Ekonomi Umat Lewat Sinergi SI-Baznas-MES

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kolaborasi antara Syarikat Islam (SI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) perlu dikuatkan untuk memperluas akses permodalan bagi pengusaha muslim. Langkah ini menjadi bagian dari komitmennya memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Hal ini disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa, 20 Oktober 2026.

Program unggulan Baznas, termasuk pendirian Pusat Bimbingan Mualaf, akan diadopsi dan dilaksanakan oleh wilayah hingga cabang SI di seluruh Indonesia. 


“Demikian pula program MES akan menjadi bagian dari gerakan SI agar manfaatnya langsung dirasakan di akar rumput,” kata Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian MES ini. 

Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut menjadi narasumber yaiyu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid.

Ferry kembali menekankan, arah kebijakan menyasar lima pilar utama penguatan ekonomi umat. Yakni, Ekonomi Syariah, Koperasi, Zakat dan Wakaf, Ekologi dan Keberlanjutan, serta Kewirausahaan Umat. 
Melalui MES, bersama-sama SI dan Baznas mendongkrak literasi keuangan syariah sebagaimana Indonesia termasuk negara berpenduduk muslim terbesar dunia.

“Ini harus diubah. Kekuasaan akses permodalan yang dimiliki pemerintah diminta tidak hanya berputar pada ratusan korporasi besar, tetapi dibuka secara luas bagi pengusaha-pengusaha baru dari akar rumput. MES berperan menjembatani potensi usaha di daerah dengan sumber pembiayaan tersebut,” tegasnya.

Ferry mengatakan, sebagai Organisasi Islam, SI akan memperhatikan pilar dalam dakwah ekonomi, bagaimana kita mengembangkan ekonomi tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan dari lingkungan hidup dan ekologi.

“Sehingga mudah-mudahan melalui lima pilar tersebut, akan menjadikan dakwah ekonomi SI di tahun mendatang, Insya Allah bisa terimplementasikan secara lebih efektif,” harapnya.

Sementara itu, Menaker Yassierli mengajak SI mengambil peran utama sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendekatan dakwah ekonomi berbasis teknologi tepat guna. 

“Langkah ini dinilai mampu menjawab tantangan lapangan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan amanat konstitusi,” ujarnya.

Yassierli menuturkan, kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan berbagai pihak atau lembaga seperti Baznas juga terus terjalin. Mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha mandiri. Sinergi ini akan diperkuat dengan jaringan koperasi SI agar manfaat langsung dirasakan di akar rumput.

"Anggota SI berjumlah lebih dari sejuta orang. Jika kita bergerak bersama, dalam lima tahun seluruh kekuatan ini dapat diberdayakan. SI hadir tidak sekadar mengisi acara, melainkan menjadi solusi nyata mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, dan membuka lapangan kerja baru," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Baznas Sodik Mudjahid menegaskan, sistem ekonomi syariah/Islam menjadi alternatif yang kini dicari dunia. Baznas adalah perpanjangan tangan umat, bukan sekadar lembaga negara. 
“Bersama jajaran pimpinan SI, Baznas memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui lima pilar utama, termasuk pengelolaan 32 sumber dana potensial yang nilainya setara sepersepuluh PDB nasional,” katanya.

Hingga saat ini, Baznas telah memberdayakan 302.914 mustahik, dengan 15.000 orang berhasil naik kelas menjadi pemberi manfaat.  Ke depannya, program diperluas mencakup jaminan sosial, perlindungan kesehatan, perumahan, pemberdayaan mikro berbasis koperasi, akses air bersih, pengelolaan lingkungan, hingga dukungan pesantren dan madrasah.

“Kembali ke akar perjuangan, perkuat ekonomi. Dengan ekonomi yang kuat, umat menjadi sejahtera, dihormati, disegani, dan mampu mewujudkan peran sebagai rahmatan lil 'alamin,” tuturnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya