Koordinator THMP C Suhadi bersama Eddy Ghazali. (Foto: Dok Pribadi)
Kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang genap memasuki dua tahun pada 20 Oktober 2026 diapresiasi Tim Hukum Merah Putih (THMP).
Secara khusus, koordinator THMP C Suhadi SH MH bersama Dewan Penasihat THMP Dr M Eddy Ghazali menilai pemerintah telah menunjukkan kesungguhan dalam upaya penegakan hukum.
"Terlihat kerja-kerja penegakan hukum sungguh dapat diapresiasi, pemerintah melakukan upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, siapapun yang melakukan tindak pidana ditindak, pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi di BNPB, Kepala BGN ditangkap, Jampidsus dijadikan tersangka, dan lain-lain," ungkap keduanya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, upaya penegakan hukum telah dilakukan secara serius meski belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut wajar karena kebijakan pemerintah tidak selalu dapat memuaskan semua kalangan.
Terkait isu pergantian Kapolri yang tengah menjadi sorotan, ia menilai langkah tersebut sangat tepat mengingat Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah cukup lama menjabat sebagai Kapolri.
"Pak Jenderal Pol Suyudi Arioseto ini sosok yang paling tepat menduduki jabatan Kapolri saat ini, beberapa waktu lalu kami menyuarakan agar dilakukan penggantian seluruh Kapolda di Indonesia, hal itu ternyata juga yang dilakukan oleh Kapolri dengan mengganti setidaknya 19 Kapolda, kemungkinan besar beliau mendengar apa yang kami usulkan," kata Suhadi dan Eddy lagi.
Kapolri saat ini merupakan pihak yang paling memahami sosok terbaik untuk mengisi posisi tersebut. Ia menegaskan, hal itu bukan berarti 19 Kapolda yang ada memiliki kinerja buruk.
Meski demikian, THMP mencatat persoalan terkait mantan Kapolda Kalimantan Barat yang kemudian menjabat Kapolda Jawa Barat sebelum akhirnya dicopot dari jabatannya.
"Dia sangat kami pantau karena kami merasa bagaimana penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, kami nilai dia sangat menciderai upaya penegakan hukum, kami sangat mengapresiasi karena kemudian di Jabar juga dicopot, ini menunjukkan Kapolri sangat memperhatikan mana sosok kapolda yang benar-benar menegakkan hukum dengan semestinya dan mana yang tidak," sambungnya.
Tak ketinggalan THMP juga mengapresiasi kinerja Kejaksaan dan peradilan di Indonesia yang menunjukkan keinginan untuk memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Masyarakat kita sudah bisa merasakan kesejahteraan di bidang hukum, keadilan dan kebenaran, kita apresiasi para penegak hukum ingin merubah paradigma selama ini dengan menghilangkan kesan tebang pilih, tajam ke bawah tumpul ke atas, hukum dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas," demikian THMP.