Berita

Ilustrasi

Bursa

IHSG Rebound 4,16 Persen ke 5.204, Seluruh Sektor Saham Menguat

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 12:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rebound tajam pada perdagangan sesi I, Selasa, 20 Oktober 2026. 

IHSG ditutup menguat 208,02 poin atau 4,16 persen ke level 5.204,63, setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya.

Pantauam RMOL, sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 4.961 hingga 5.210,80. Setelah dibuka di level 4.980,16, indeks berbalik menguat dan melanjutkan kenaikan hingga menjelang penutupan sesi pertama.


Penguatan terjadi secara merata di seluruh sektor saham. Sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) memimpin kenaikan dengan melonjak 6,49 persen, disusul sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) yang menguat 4,62 persen.

Sektor barang baku (IDXBASIC) naik 4,52 persen, teknologi (IDXTECHNO) menguat 3,85 persen, infrastruktur (IDXINFRA) naik 3,74 persen, dan keuangan (IDXFINANCE) bertambah 3,68 persen.

Sementara itu, sektor energi (IDXENERGY) menguat 3,61 persen, barang konsumen primer (IDXNONCYC) naik 3,17 persen, barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) bertambah 2,81 persen, industri (IDXINDUST) menguat 2,61 persen, serta kesehatan (IDXHEALTH) naik 1,98 persen.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 396,72 juta lot dengan nilai Rp16,59 triliun. Sebanyak 654 saham menguat, 137 saham melemah, dan 172 saham stagnan. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI tercatat sebagai tiga saham dengan nilai transaksi terbesar.

Penguatan juga terjadi pada sejumlah indeks acuan. Indeks LQ45 naik 6,40 persen ke level 519,728, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 5,79 persen ke 304,501, IDX30 melonjak 7,00 persen ke 292,376, sedangkan MNC36 naik 6,52 persen ke 230,472.

Meski rebound, pelaku pasar masih mencermati perkembangan reformasi pasar modal Indonesia setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) memunculkan risiko penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.


Respons BEI dan Danantara Jadi Sorotan


Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 19 Oktober 2026, mengumumkan dua inisiatif untuk merespons sorotan MSCI. Pertama, pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen akan dilengkapi informasi mengenai hubungan afiliasi pemegang saham dengan perusahaan. Kedua, saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG, dengan waktu pemberlakuan yang akan diumumkan kemudian.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut saham-saham dalam daftar HSC saat ini memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG. Meski tidak lagi diperhitungkan dalam indeks, saham tersebut tetap dapat diperdagangkan dan berpeluang kembali masuk perhitungan IHSG setelah keluar dari daftar HSC.

BEI juga menegaskan kebijakan tersebut tidak disertai sanksi tambahan bagi emiten. Langkah ini melengkapi agenda pembenahan pasar modal, termasuk transparansi kepemilikan saham, pendalaman data investor, peningkatan ketentuan saham beredar publik atau free float, serta penghapusan batas harga minimum saham Rp50.

MSCI masih menyoroti transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi, serta meminta bukti penegakan aturan yang konsisten. Konsultasi terkait kemungkinan reklasifikasi status pasar Indonesia berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.

Ketidakpastian tersebut sebelumnya membayangi pergerakan IHSG. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, indeks anjlok 11,57 persen, sebelum kembali melemah 3,64 persen ke level 4.996,61 pada Senin, 19 Oktober 2026.

Di sisi lain, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan Danantara siap menambah kepemilikan pada saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat.

Usai dipanggil ke Istana, Dony menilai pelemahan IHSG merupakan dinamika pasar yang wajar. Ia juga menyebut rencana demutualisasi BEI sebagai bagian dari transformasi pasar modal Indonesia.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya