Peta persaingan industri air minum dalam kemasan (AMDK) di tanah air terungkap melalui sejumlah temuan riset independen terbaru.
Berdasarkan Survei Nasional BUMN & Brand Perception 2026 yang dirilis Market Research & Brand Strategy XSagha bersama lembaga riset Poltracking Indonesia, tingkat kepercayaan dan konsumsi masyarakat masih didominasi oleh beberapa merek utama.
Dalam laporan tersebut, Aqua mencatatkan angka 46,2 persen, disusul Le Minerale sebesar 26,8 persen, dan Cleo dengan 3,6 persen. Sementara itu, sisa pangsa pasar tersebar di berbagai merek AMDK lainnya.
Peneliti XSagha, Ahmad Zia Fitrahudin, menyampaikan bahwa dinamika pasar saat ini menunjukkan dominasi kuat di posisi teratas, sementara merek-merek lain terus bersaing ketat untuk memperluas jangkauan.
Menurut temuan survei, preferensi konsumen dalam memilih produk AMDK didorong oleh beberapa faktor esensial. Sebanyak 35,5 persen responden memilih produk berdasarkan keterjangkauan harga serta kemudahan mendapatkan produk di toko ritel maupun warung kelontong. Faktor jaminan kebersihan dan higienitas menyusul di angka 25,4 persen, sementara 16 persen responden mempertimbangkan aspek rasa dan kesegaran air.
Menariknya, faktor spesifik seperti jenis kemasan galon guna ulang atau klaim bebas BPA belum menjadi pertimbangan utama mayoritas konsumen, dengan catatan angka 3,7 persen. Begitu pula dengan kepedulian terhadap isu lingkungan terkait daur ulang plastik yang berada di angka 1 persen, sementara 18,7 persen responden tercatat tidak memberikan jawaban.
Zia menilai bahwa ketatnya persaingan di sektor AMDK menuntut pelaku industri untuk terus adaptif. Konsistensi dalam memperkuat citra merek menjadi salah satu kunci penting agar produk tetap melekat di benak konsumen.
"Ketika sebuah merek sudah tersebar luas di pasar namun belum sepenuhnya terekam kuat oleh persepsi publik, maka kunci utamanya adalah memperkuat strategi branding," katanya, dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2026.
Gambaran serupa juga tercatat dalam riset Brand Index oleh Impactum Insights, di mana aspek persepsi kualitas produk menempatkan merek teratas pada skor 50,9 persen dibandingkan kompetitor lainnya.
Kecenderungan pasar ini turut diperkuat oleh temuan riset Diskursus Network & Ecosystem yang melibatkan 1.033 responden serta outlet di sepuluh kota besar pada Juni 2026, meliputi Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Solo, dan Surabaya.
Sebanyak 57 persen outlet atau sekitar 589 titik penjualan melaporkan bahwa merek tersebut menjadi produk yang paling banyak diminati dan terjual di tempat mereka.
Dari sisi konsumen, faktor kualitas dan rasa air kembali menempati posisi tertinggi sebagai pertimbangan utama pembelian dengan angka 42,5 persen, mengungguli faktor harga sebesar 24,8 persen serta aspek promosi maupun variasi kemasan lainnya.