Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)
Evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu dilakukan dengan menelusuri konsistensi antara gagasan yang disampaikan Prabowo sebelum menjabat dan implementasinya dalam kebijakan pemerintah.
Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana, mengatakan pemikiran Prabowo yang tertuang dalam sejumlah buku dapat menjadi rujukan untuk mengukur sejauh mana gagasan tersebut diwujudkan melalui kebijakan konkret.
Menurut Ayip, buku Paradoks Indonesia menjadi salah satu referensi penting untuk memahami kegelisahan Prabowo mengenai ketimpangan antara kekayaan sumber daya alam dan kondisi masyarakat Indonesia.
“Indikator untuk melakukan refleksi dan evaluasi pemerintahan sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan melihat apakah Prabowo melaksanakan gagasan-gagasannya yang telah ia pikirkan sejak sebelum menjadi presiden. Ada satu kalimat menarik dalam buku Paradoks Indonesia: Indonesia adalah negara kaya, tetapi masyarakatnya biasa saja," ujar Ayip dalam keterangannya, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.
Ayip menilai, persoalan yang disoroti Prabowo sebelum menjadi presiden tersebut dapat menjadi tolok ukur untuk menguji konsistensi antara pemikiran, janji, dan kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Ia juga menyebut bahwa Asta Cita harus ditempatkan sebagai acuan untuk mengevaluasi penerjemahan visi dan misi Prabowo ke dalam agenda prioritas pemerintahan.
“Asta Cita ibarat jembatan antara gagasan Prabowo yang ada di bukunya dan implementasinya dalam bentuk kebijakan,” katanya.
Ayip menyarankan masyarakat membaca tiga buku karya Prabowo, yakni Paradoks Indonesia, Strategi Transformasi Bangsa, dan Indonesia Menang, agar dapat memahami pemikiran serta arah kebijakan pemerintahan.
"Itu perlu dilakukan agar kita tidak salah paham, memahami arah kebijakan pemerintah, dan mengetahui kapan harus menagih janji pemerintah," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Riset Kebijakan Publik Infast Bestari, Muhammad Ridha, menyoroti perubahan peran negara dalam menentukan arah pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, pergeseran peran negara dalam perekonomian menjadi salah satu aspek penting untuk membaca arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Negara sedang dalam transisi peralihan ekonomi-politik. Mulanya kekuatan ekonomi dikuasai pasar, dan hari ini negara sedang mencoba mengambil perannya,” kata Ridha.