Berita

Ilustrasi

Bursa

Harga Minyak Dunia Kini Dibanderol 109 Dolar AS

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 10:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, setelah pasar mencermati kemungkinan pelonggaran sanksi dan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia. 

Meski kebijakan tersebut berpotensi membuka jalan bagi peningkatan pasokan minyak, kekhawatiran terhadap gangguan distribusi di Timur Tengah masih membayangi pasar.

Menurut data Reuters, harga minyak mentah Brent turun 49 sen atau 0,45 persen menjadi 109,06 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak November melemah 0,33 persen menjadi 103,32 Dolar per barel. 


Pelemahan ini terjadi setelah harga Brent sempat melonjak hingga 110,70 Dolar AS per barel pada perdagangan sebelumnya. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 20 Mei, mencerminkan masih kuatnya perhatian pasar terhadap risiko pasokan minyak global.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada Jumat malam yang mencabut sejumlah sanksi dan tarif terkait Rusia. Kebijakan tersebut mencakup bea masuk terhadap barang-barang Rusia serta sanksi atas pembelian minyak dan gas negara tersebut. Jika benar-benar diterapkan, pelonggaran ini berpotensi memengaruhi aliran minyak Rusia ke pasar global.

Namun, kepastian kebijakan tersebut masih belum jelas. Trump mengatakan pada Sabtu bahwa belum ada keputusan akhir, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pemerintah masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi situasi.

Di sisi lain, produksi minyak Rusia mulai meningkat, tetapi belum kembali ke level tahun sebelumnya. Badan Energi Internasional (IEA) mencatat produksi minyak mentah Rusia naik 65.000 barel per hari pada September menjadi 8,43 juta barel per hari. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah sekitar 870.000 barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, serangan terhadap Arab Saudi dan Yaman tetap memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Timur Tengah, sehingga arah harga minyak masih bergantung pada perkembangan geopolitik dan kepastian pasokan global.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya