Bursa ekuitas Eropa mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Senin 19 Oktober 2026 atau Selasa pagi WIB.
Pasar tersungkur di tengah gelombang kerusuhan dan demonstrasi besar-besaran yang melanda sejumlah kota di Prancis sepanjang akhir pekan.
Gejolak sosial akibat kenaikan harga dan kemerosotan layanan publik di perekonomian terbesar kedua zona Euro tersebut memperparah ketidakpastian politik, yang kemudian menular ke pasar keuangan regional dan memicu aksi jual pada saham-saham perbankan serta sektor siklikal.
Indeks saham unggulan Prancis, CAC 40, merosot 1,11 persen atau 88,65 poin menjadi 7.868,05, sekaligus mencatatkan penurunan harian tertajam dalam hampir dua pekan terakhir. Tekanan serupa melanda bursa regional utama lainnya, di mana indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melorot 0,8 persen atau 5,18 poin jadi 639,56. Indeks DAX Jerman melemah 1,18 persen atau 302,84 poin ke posisi 25.319,77, sementara FTSE 100 Inggris berkurang 1,08 persen atau 117,21 poin jadi 10.764,69.
Krisis di Prancis berakar dari protes masyarakat terhadap lonjakan biaya hidup dan penurunan mutu layanan publik. Situasi ini memperburuk sentimen investor terhadap fondasi ekonomi Prancis yang sebelumnya sudah dibayangi pertumbuhan lemah dan peningkatan utang.
Ketidakpastian politik tersebut semakin meruncing menjelang pemilihan presiden Prancis pada tahun 2027 mendatang, yang turut menahan pergerakan indeks STOXX 600 dalam rentang terbatas selama sebulan terakhir. Kiran Ganesh, analis UBS Global Wealth Management, menegaskan bahwa risiko politik yang membayangi saat ini jelas akan memicu volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Tekanan jual paling parah menghantam sektor perbankan Prancis. Saham BNP Paribas, Societe Generale, dan Credit Agricole masing-masing menyusut antara 2,5 persen hingga 3,4 persen. Di sektor ritel dan konsumer, saham Carrefour melemah 2,2 persen, sedangkan operator pusat perbelanjaan Unibail-Rodamco-Westfield terkoreksi 2 persen. Secara keseluruhan, sektor perbankan Eropa menjadi kelompok dengan kinerja terburuk setelah merosot 2,2 persen, diikuti oleh saham perusahaan pertahanan yang turun 1,5 persen.
Di tengah kejatuhan mayoritas sektor, saham teknologi menjadi satu-satunya kelompok utama yang melawan arus dengan kenaikan 0,7 persen.
Pelaku pasar kini juga mulai mengalihkan fokus pada rilis laporan keuangan korporasi besar di Eropa dan Amerika Serikat pekan ini, termasuk SAP, Nokia, serta raksasa teknologi Amerika seperti Meta Platforms.
Sementara itu, saham individual Barclays anjlok hingga 3,5 persen menyusul laporan Financial Times mengenai penyelidikan Bank of England terhadap dugaan ketidakakuratan informasi pinjaman kredit swasta. Sebaliknya, produsen salmon asal Norwegia, Mowi, justru melambung 3,5 persen didorong rekor tertinggi volume panen pada kuartal ketiga.