Berita

Ilustrasi

Bursa

Emas Tertekan Dolar AS, Logam Mulia Lainnya Justru Berkilau

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan harga logam mulia dunia diwarnai oleh pelemahan harga emas akibat penguatan Dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi US Treasury. 

Pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang dijadwalkan pekan depan.

Harga emas spot tercatat turun 0,4 persen ke level 4.147,87 Dolar AS per ons pada Selasa dini hari, 20 Oktober 2026. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,5 persen di posisi 4.160,10 Dolar AS per ons.


Pelemahan ini dipicu oleh pergerakan Indeks Dolar AS (Indeks DXY) yang menguat, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun meningkat 0,6 persen.

Dengan imbal hasil yang masih tinggi, investor emas mulai mempertimbangkan apakah instrumen obligasi menawarkan daya tarik yang lebih besar saat ini, mengingat emas secara tradisional tidak memberikan imbal hasil. Catatan historis menunjukkan The Fed sebelumnya telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September, yang menjadi kenaikan pertama sepanjang tahun ini.

Sementara itu, pergerakan positif justru dicatatkan oleh logam mulia lainnya di tengah koreksi harga emas, dengan harga perak spot naik 0,6 persen menjadi 57,37 Dolar AS per ons. Selain perak, platinum turut menguat 1 persen ke posisi 1.646,30 Dolar AS per ons, dan paladium meningkat 0,9 persen sehingga berada di level 1.122 Dolar AS per ons.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 82,8 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan ini, sedangkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember masih mencapai 90 persen. Selain keputusan The Fed, investor juga menantikan rilis data belanja konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures Amerika pekan depan, yang merupakan ukuran inflasi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya