Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf saat menyampaikan pidato politik pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Legislatif dan Kepala Daerah PKS se-Indonesia di Jakarta. (Foto: Dok PKS)

Politik

Pejabat Publik PKS Diinstruksikan Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 06:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menginstruksikan seluruh pejabat publik PKS untuk menyisihkan sebagian pendapatan guna membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Instruksi tersebut disampaikan dalam pidato politik pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Legislatif dan Kepala Daerah PKS se-Indonesia di Jakarta, Senin malam, 19 Oktober 2026.

Sosok yang akrab disapa AMY itu menegaskan, karhutla yang semakin terasa pada Agustus-September 2026 bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlangsungan kehidupan. Asap kebakaran bahkan menyebar lintas provinsi hingga melintasi batas negara.


“Negeri kita adalah negeri yang kaya hutan, namun sungguh memilukan, di sejumlah wilayah, anak-anak kita bahkan harus berjuang untuk mendapatkan kebutuhan hidup yang paling mendasar: udara bersih untuk bernapas,” ujarnya.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga mengancam flora dan fauna yang kehilangan habitatnya. Karena itu, kepedulian terhadap kelestarian alam harus menjadi bagian dari keimanan dan pengamalan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Menurut AMY, PKS terus berupaya membantu masyarakat terdampak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari turut serta memadamkan api hingga membagikan masker kepada warga.

“Kepada seluruh pejabat publik PKS, saya instruksikan agar memotong gajinya untuk membantu warga yang terdampak karhutla,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak para anggota legislatif dan kepala daerah PKS yang hadir untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membantu masyarakat.

“Apakah Bapak dan Ibu siap memotong gaji untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak karhutla?” serunya kepada peserta Bimteknas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut, panitia juga menyediakan kode batang (barcode) untuk memfasilitasi penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak karhutla.

Selain mendorong bantuan finansial, AMY meminta seluruh kantor PKS agar difungsikan sebagai rumah pelayanan kesehatan darurat bagi warga terdampak. Pelayanan ini terutama diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lanjut usia.

Di sisi lain, AMY mendesak Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup untuk bertindak lebih cepat, tegas, dan tuntas dalam menangani karhutla. Menurutnya, upaya penanganan harus disertai langkah penegakan hukum yang kuat terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

“PKS mengecam keras setiap tindakan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh individu, organisasi, maupun korporasi. Itu adalah kejahatan besar!” tegas Almuzzammil.

Ia juga meminta pemerintah mencabut izin korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran berat, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, serta memastikan pemulihan lingkungan yang rusak akibat kebakaran.

“Jangan biarkan kekuatan modal mengalahkan ketegasan hukum!” serunya.

Dalam pidato politik tersebut, AMY turut menegaskan komitmen PKS dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan. PKS, kata dia, menjadi salah satu inisiator di parlemen dalam memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (RUU PPIB).

Melalui langkah kemanusiaan, penguatan pelayanan kesehatan, penegakan hukum, dan perjuangan legislasi, PKS mendorong agar penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh. 

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjawab dampak kebakaran yang dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga memperkuat perlindungan lingkungan dan mencegah bencana serupa terulang pada masa mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya