Berita

Aksi demonstrasi mahasiswa di Kawasan Monas, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Keamanan

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

SELASA, 20 OKTOBER 2026 | 00:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya menyusul rencana aksi demonstrasi mahasiswa di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa 20 Oktober 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Sejumlah elemen mahasiswa, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang dan Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM) akan menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut rencana, aksi mahasiswa dari berbagai universitas tersebut akan dimulai dari Tugu Proklamasi dan berlanjut ke kawasan di Tugu Tani, Jakarta Pusat.


“Sehubungan dengan adanya kegiatan aksi penyampaian pendapat di sekitar kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin, 19 Oktober 2026.

Di sisi lain, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Atop menjelaskan bahwa gerakan mahasiswa ini berdasar dari keresahan masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua.

“Hasil survei menunjukkan 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal,” kata Atop.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah mahalnya harga kebutuhan pokok, pembredelan kebebasan berpendapat dan kasus korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan negara yang merajalela.

Bukan cuma itu, mahasiswa juga menyoroti deforestasi dan kebakaran hutan, mahalnya biaya pendidikan dan mendesak perbaikan di sektor ekonomi dan keuangan.

“Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan yang menjadi perhatian responden,” kata Atop.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya