Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 22:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun. 

Capaian tersebut tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan telah memenuhi 75,4 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan laporan tersebut usai melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.


"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 itu mencapai Rp528,7 triliun. Sehingga, total investasi dari Januari sampai September 2026 totalnya adalah Rp1.539,2 triliun," terang Rosan.

Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. 

Singapura menjadi investor asing terbesar dengan nilai 14 miliar dolar AS, disusul Hong Kong sebesar 12,8 miliar dolar AS, Tiongkok 5 miliar dolar AS, Amerika Serikat 3,4 miliar dolar AS, dan Jepang 2,6 miliar dolar AS.

"Jika (nilai) Hong Kong dan Tiongkok digabung, maka (realisasi investasi) mereka akan lebih besar dari Singapura," jelas dia.

Dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Jawa mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa yang mencatat Rp759,8 triliun atau 49,4 persen. 

Rosan juga mengungkapkan, Jawa Barat menjadi tujuan utama PMA dengan nilai Rp139,2 triliun, disusul Sulawesi Tengah Rp110 triliun, Maluku Utara Rp91,9 triliun, DKI Jakarta Rp89,1 triliun, dan Kalimantan Barat Rp42,7 triliun. 

Secara keseluruhan, investasi selama periode tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja.

Selain itu, investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp480 triliun atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 31,2 persen terhadap total investasi nasional. 

Hilirisasi mineral mendominasi dengan nilai Rp335,1 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya