Berita

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Foto: Dok. Komdigi)

Politik

Survei Indopol: Amran Unggul soal Kinerja, Meutya Menteri Perempuan Paling Menonjol

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 20:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas sebagai menteri dengan persepsi kinerja terbaik, sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjadi pejabat negara paling dikenal publik.

Temuan itu tercatat dalam pemetaan persepsi masyarakat terhadap dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagaimana dirilis Indonesia Political Survey & Consulting (Indopol Survey).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Survey & Consulting, Ratno Sulistiyanto mengatakan, penilaian terhadap kinerja dan popularitas pejabat pemerintah merupakan dua indikator berbeda yang perlu dibaca secara proporsional.


“Popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan persepsi kinerja. Figur yang paling dikenal masyarakat belum tentu menjadi figur yang dinilai paling baik kinerjanya,” kata Ratno dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin, 19 Oktober 2026.

Pada kategori menteri dengan persepsi kinerja terbaik, Amran meraih 34,2 persen. Posisi berikutnya ditempati Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 11,7 persen dan Menpora Erick Thohir sebesar 9,2 persen.

Sementara itu, Bahlil memimpin kategori pejabat negara paling dikenal dengan 23,3 persen, disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebesar 20,5 persen dan Erick Thohir 17,9 persen.

“Persepsi publik perlu dilihat berdasarkan indikator yang diukur. Tingkat pengenalan terhadap seorang pejabat berbeda dengan penilaian masyarakat atas pelaksanaan tugas dan kepemimpinannya,” ujar Ratno.

Dalam kategori menteri paling komunikatif menjelaskan kebijakan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperoleh 34,8 persen, diikuti Menkomdigi Meutya Hafid sebesar 15,4 persen dan Amran 11,4 persen.

Adapun Teddy Indra Wijaya menempati posisi teratas sebagai pejabat negara yang dinilai paling tegas dengan 42,2 persen, disusul AHY sebesar 16,3 persen.

Pada kategori menteri yang dipersepsikan paling dekat dengan anak muda, AHY memperoleh 28,7 persen, diikuti Erick Thohir sebesar 15,3 persen dan Teddy Indra Wijaya 13,3 persen.

Sementara itu, Menkomdigi Meutya Hafid menjadi figur menteri perempuan paling menonjol dengan 29,6 persen. Meutya juga memimpin kategori menteri yang dinilai paling meyakinkan ketika tampil di forum internasional dengan 21,8 persen.

Pemetaan Indopol Survey turut menyoroti pengenalan publik terhadap sejumlah program pemerintah. Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kebijakan yang paling banyak disebut secara spontan, yakni 41,7 persen.

Sebaliknya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disebut oleh 5 persen responden, Sekolah Rakyat 1 persen, dan Cek Kesehatan Gratis hanya 0,1 persen dalam pertanyaan mengenai kebijakan yang pertama kali terlintas di ingatan responden.

“Pengenalan terhadap program pemerintah belum merata. Namun, tingkat pengenalan tidak bisa langsung disamakan dengan kepuasan masyarakat atau keberhasilan pelaksanaannya,” kata Ratno.

Menurutnya, evaluasi pemerintahan perlu memperhatikan pelaksanaan kebijakan dan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata popularitas figur atau seberapa dikenal suatu program. Memasuki tahun ketiga pemerintahan, kata dia, efektivitas program prioritas, ketepatan sasaran, kualitas layanan, serta komunikasi kebijakan menjadi aspek krusial yang perlu diperhatikan.

Survei Nasional Dua Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner daring terhadap 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, yang berdomisili di 38 provinsi dan memiliki akses internet.

Pengumpulan data dilakukan pada 13-17 Oktober 2026. Sampel direkrut melalui iklan digital, jaringan koordinator provinsi, dan panel responden Indopol, dengan teknik quota sampling berdasarkan provinsi, jenis kelamin, dan kelompok usia. Adapun margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya