Berita

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pesantren meluncurkan lima program pelatihan berbasis Massive Open Online Course (MOOC) Pintar Senin, 19 Oktober 2026 (Foto: Kemenag)

Nusantara

Kemenag Luncurkan Lima Pelatihan Daring untuk Perkuat Kompetensi Santri

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 20:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan lima program pelatihan berbasis Massive Open Online Course (MOOC) Pintar untuk memperkuat kompetensi santri di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. 
Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”.
Peluncuran yang digagas Direktorat Jenderal Pesantren tersebut berlangsung di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3-4, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengatakan Kemenag berkomitmen mendorong pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menghadapi kemajuan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


“Kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat, menjamurnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus beradaptasi agar Pesantren bisa menempatkan diri sebagai subjek, bukan objek,” katanya.

Basnang menegaskan, santri tidak bisa dipandang sebagai kelompok yang tertinggal dalam literasi maupun penguasaan teknologi. Menurutnya, pesantren telah membekali santri dengan keterampilan nonteknis atau soft skill yang menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai perubahan.

“Soft skill santri itu adalah disiplin, mandiri, apa adanya dan tidak neko-neko. Jika jatuh bangkit lagi, makanya santri dapat survive dalam kondisi apapun. Santri bisa survive dalam masalah apapun, karena memang sudah dikuatkan soft skillnya semenjak di Pesantren, termasuk penyesuaian santri di dalam perkembangan teknologi,” ujarnya.

Terkait pemanfaatan AI, Basnang mengingatkan agar teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran pendidik dan ulama di lingkungan pesantren.

Menurutnya, proses pendidikan di pesantren tetap bertumpu pada peran kiai, guru, dan ustaz. Teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan pembelajaran yang telah berjalan.

“Justru sebenarnya AI hanya sebagai alat untuk menguatkan apa yang sudah berlangsung dan berjalan di Pondok Pesantren,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren kembali membuka ruang pembelajaran MOOC bagi komunitas santri. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Santri 2026 yang berakar pada semangat Resolusi Jihad.

Ia menilai, tantangan santri saat ini semakin besar. Selain memperkuat karakter dan pemahaman keagamaan, santri diharapkan mampu menyebarluaskan ilmu serta berkontribusi menjawab kebutuhan masyarakat.

“Hari ini mandat yang diberikan oleh negara kepada para santri semakin berat, pada satu dimensi harus memperkokoh pondasinya sebagai orang yang berkarakter keagamaan yang baik, pada dimensi lain dia harus menularkan ilmunya kepada masyarakat, yang pada hari ini, perlu pandangan dan keterlibatan komunitas santri,” katanya.

Ali Ramdhani juga menyoroti rekam jejak alumni pesantren yang telah mengisi berbagai posisi strategis dalam kepemimpinan nasional, mulai dari tingkat lokal hingga pemerintahan pusat.

“Pimpinan di lokal saya pastikan itu adalah alumni Pesantren, Ketika kita masuk pada sektor-sektor formal, Kepala Desa, Camat, Bupati, Menteri, Presiden dan Wakil Presiden adalah jabatan yang pernah dipegang oleh alumni-alumni Pesantren,” ungkapnya.

Direktur Pemberdayaan Pesantren, Yusi Damayanti, menambahkan bahwa MOOC Pintar merupakan salah satu upaya memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui sistem pembelajaran daring atau Massive Open Online Course (MOOC) Pintar, proses belajar dapat dilaksanakan secara lebih fleksibel, mudah diakses, dan menjangkau peserta dari berbagai wilayah,” ungkapnya.

Adapun lima program yang disiapkan melalui MOOC Pintar mencakup pelatihan dan sosialisasi untuk mendukung peningkatan kapasitas santri serta pengelolaan pesantren.

Program tersebut meliputi Pelatihan Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Pelatihan Santri Menjadi Content Creator, Sosialisasi Pengelolaan BOS Pesantren, Sosialisasi Manajemen Data E-Ijazah PKPPS, serta Sosialisasi UAN PKPPS.

Program ini merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pesantren dengan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag. 

Melalui pembelajaran daring, pelatihan diharapkan dapat menjangkau komunitas pesantren di berbagai daerah sekaligus memperkuat kesiapan santri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya