Berita

Aksi protes di Prancis. (Foto: platform X)

Parlemen

Kerusuhan Pecah di Prancis dan Italia, DPR Minta KBRI Jamin Keamanan WNI

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 18:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis dan Italia meningkatkan pemantauan keamanan menyusul meluasnya aksi demonstrasi yang berujung kericuhan. 

Anggota Komisi I DPR Taufiq R. Abdullah mengatakan, langkah perlindungan proaktif dinilai sangat krusial guna menjamin keselamatan para pelajar, pekerja migran, maupun wisatawan asal Indonesia di kedua negara tersebut.

“Saya yakin perwakilan kita di sana sudah paham menghadapi situasi ini. Yang jelas perlu meningkatkan pemantauan perkembangan situasi keamanan sebagai bahan panduan bagi WNI agar masyarakat tahu wilayah mana yang harus dihindari,” tegas Taufiq kepada wartawan di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.


Legislator PKB ini juga merespons eskalasi gelombang demonstrasi di Prancis sejak 17 Oktober 2026 yang diawali aksi protes pelajar hingga meluas ke isu kenaikan biaya hidup, yang kemudian diwarnai bentrokan dan penjarahan. Pada saat bersamaan, gelombang protes serupa juga menjangkiti sejumlah kota utama di Italia. 

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Saya percaya teman-teman di sana akan menghindari lokasi demonstrasi yang berpotensi bentrok dan tidak mengambil risiko dengan mendekati kerumunan,” katanya.

Legislator PKB itu pun meminta KBRI di Paris dan Rome menyiagakan saluran komunikasi darurat 24 jam yang mudah diakses oleh warga Indonesia. Penyampaian imbauan keselamatan secara berkala melalui media sosial resmi dipandang krusial untuk mencegah kepanikan di tengah warga. 

“KBRI perlu mengambil langkah tepat agar WNI tidak panik dengan memberikan informasi berkala melalui kanal resminya. Jika situasi di tempat tinggal atau kampus memburuk, segera cari lokasi aman dan ikuti arahan otoritas setempat,” jelas Taufiq.

Ia juga memperingatkan masyarakat Indonesia di Eropa agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan narasi bohong (hoaks) terkait penutupan wilayah yang belum terverifikasi. Seluruh informasi mengenai dinamika keamanan diminta merujuk langsung pada sumber resmi perwakilan diplomasi RI dan kementerian setempat. 

“Jangan mudah percaya hoaks. Pastikan informasi diperoleh dari kanal resmi KBRI, Kementerian Luar Negeri, dan otoritas setempat. Periksa kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkan kabar,” tuturnya.

Lebih jauh, Wakil Rakyat asal Jawa Tengah ini mendesak Kementerian Luar Negeri merumuskan panduan evaluasi risiko secara berkelanjutan di seluruh wilayah Eropa yang bergolak. 

“Penyampaian informasi yang konsisten merupakan bagian penting dari upaya perlindungan WNI di luar negeri. KBRI harus memastikan setiap panduan memuat langkah keselamatan yang terukur dan jalur bantuan yang responsif,” pungkasnya.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya