Berita

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bursa

Bos BEI Apresiasi Babah Alun Borong Saham Rp5 Triliun, Tapi Transaksi Rahasia

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 18:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengapresiasi rencana pengusaha jalan tol Jusuf Hamka alias Babah Alun yang memborong saham senilai Rp5 triliun di tengah kejatuhan pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, dukungan investor domestik diperlukan untuk menjaga kepercayaan terhadap pasar modal di tengah tekanan yang terjadi saat ini.

"Pertama, kami tentu mengapresiasi setiap pihak yang memberikan dukungan dalam kondisi seperti ini," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin 19 Oktober 2026.


Meski demikian, Jeffrey menegaskan bahwa BEI tidak dapat mengonfirmasi realisasi rencana transaksi tersebut karena aktivitas jual beli saham setiap investor bersifat rahasia.

"Dan yang kedua, setiap transaksi, pihak-pihak yang melakukan transaksi di Bursa itu sifatnya rahasia. Jadi tentu tidak bisa kami ungkap kepada publik," jelasnya.

Sebelumnya, Babah Alun mengumumkan rencana memborong saham bersama sejumlah rekan bisnisnya melalui konsorsium pada Senin ini.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, @jusufhamka, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menyatakan kesiapan konsorsiumnya masuk ke pasar saham untuk memanfaatkan peluang di tengah koreksi harga.

"SAATNYA KITA BERBAKTI KEPADA NKRI. Insyaallah Senin besok, konsorsium kami akan masuk ke MARKET, untuk cari CUAN," tulisnya.

Ia menilai, anjloknya harga saham justru dapat menjadi momentum bagi investor untuk mengakumulasi saham dengan harga lebih murah. 

Keuntungan, menurutnya, tidak hanya berasal dari kenaikan harga saham saat pasar pulih, tetapi juga dari pembagian dividen.

"Jadi dengan kita megang aja barang ini mendapat dividen setiap tahun 8 persen, lebih tinggi dari deposito. Sehingga kalau harga sahamnya naik atau rebound, kita juga bisa jual," jelasnya.

Sebagai gambaran, Jusuf mencontohkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang sebelumnya diperdagangkan di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per saham, sebelum turun ke kisaran Rp3.300 hingga Rp3.400.

Penurunan harga saham tersebut dinilai dapat membuka peluang investasi bagi investor yang ingin memperoleh potensi dividen sekaligus keuntungan dari pemulihan harga saham.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya