Berita

Festival Manglayang 2026 yang digelar di Sumedang, Sabtu, 17 Oktober 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

Pentahelix Center: Ada yang Coba Tutupi Hakikat Koperasi

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 18:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hakikat koperasi sebagai alat demokratisasi ekonomi rakyat dinilai semakin kabur akibat cara pandang yang menempatkan koperasi semata-mata sebagai bisnis rumit.

Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Festival Manglayang 2026 yang digelar Pentahelix Center di Sumedang, Jawa Barat belum lama ini.

Ketua Pentahelix Center, Alip Purnomo mengatakan, koperasi seharusnya menjadi jalan masyarakat untuk membangun kekuatan ekonomi bersama, bukan sekadar badan usaha yang sulit dijangkau rakyat.


“Banyak persoalan koperasi ternyata bukan semata-mata terletak pada koperasinya, melainkan pada cara pandang yang selama ini keliru. Koperasi terus dipersepsikan sebagai bisnis rumit hingga membentuk semacam lingkaran setan yang membuat masyarakat semakin menjauhinya. Ada semacam upaya mengelabui masyarakat tentang hakikat koperasi,” kata Alip dikutip Senin, 19 Oktober 2026.

Menurutnya, koperasi merupakan instrumen konstitusional untuk mendorong demokratisasi ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemahaman mengenai prinsip dan tujuan koperasi perlu diperkuat agar masyarakat dapat mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah kegiatan ekonominya.

Digelar pada 17 Oktober 2026, Festival Manglayang mempertemukan seni, kebudayaan lokal, pengalaman petani, dan pendidikan koperasi dalam satu ruang dialog.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah pembacaan puisi berjudul “Maling” oleh penyair Malaysia, Moh Diani alias Bung Kancil. Melalui satire, puisi tersebut mengangkat persoalan kekuasaan, keadilan, serta batas antara pencurian dan tindakan yang berlindung di balik jabatan maupun kewenangan.

Meski tidak secara langsung membahas koperasi, puisi tersebut membuka refleksi tentang siapa yang menguasai sumber daya ekonomi dan siapa yang menikmati hasilnya.

Resmikan Sekolah Penggerak Koperasi

Festival Manglayang juga menandai peresmian Spektra atau Sekolah Penggerak Koperasi Nusantara. Pembukaan dilakukan melalui penandatanganan para peserta, dengan kelas perdana menghadirkan Amrul Hakim, aktivis koperasi asal Kendal yang juga wartawan, produser, sutradara, dan salah satu penggagas Koperasi Film Indonesia.

Spektra diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi koperasi, memperluas pengetahuan mengenai kebijakan perkoperasian nasional, serta mendorong koperasi sebagai instrumen perjuangan ekonomi rakyat.

Forum festival turut mempertemukan petani pangan, petani kopi, nelayan, mahasiswa, dosen, aktivis petani, dan pegiat koperasi. Petani dari Perkumpulan Petani Tanggap Perubahan Iklim (PPTPI) Sumedang dan Indramayu berbagi pengalaman sekaligus berdiskusi mengenai peran koperasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Nuansa kebudayaan lokal hadir melalui pertunjukan musik bambu Songah dari Desa Citengah, Sumedang. Kesenian tersebut berakar dari songsong, alat tradisional berbahan bambu yang biasa digunakan untuk meniup api tungku, sebelum berkembang menjadi instrumen musik.

Pada malam hari, festival dilanjutkan dengan pemutaran film “Seribu Bayang Purnama” yang mengangkat kemandirian petani, efisiensi biaya produksi, dan kesejahteraan. Pembuat film Yahdi Jamhur turut hadir, sementara sesi refleksi dipandu praktisi koperasi internasional Suroto dan dilanjutkan aktivis petani Putro Santoso, akademisi, serta peserta lainnya.

Festival Manglayang 2026 terselenggara bersama Jala Bhumi Kultura (JBK), Universitas MH Thamrin, Koperasi Petani Kopi Manglayang Timur (SIKOMAT), Kelompok Tani Berdikari, dan Sekolah Relasi Iklim (SRI).

Bagi Pentahelix Center, berakhirnya festival bukan berarti perdebatan mengenai koperasi selesai. Pertanyaan mengenai siapa yang menguasai sumber daya ekonomi, bagaimana hasilnya dibagikan, dan sejauh mana rakyat terlibat dalam pengambilan keputusan tetap menjadi pekerjaan bersama.

Alip menegaskan, koperasi perlu kembali dipahami sebagai jalan bagi rakyat untuk membangun kekuatan ekonomi kolektif dan menentukan arah kesejahteraannya sendiri.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya