Berita

Menko Polkam Dudung Abdurachman (Tengah) (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Prabowo Perintahkan Penanganan Masif Karhutla, Jangan Tunggu Hujan

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 17:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan secara masif dan segera tanpa menunggu hujan turun. 

Pesan tegas tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengungkapkan, Presiden meminta seluruh pihak bekerja keras dan tidak menunda langkah penanganan.


“Jadi, Bapak Presiden juga menyampaikan: Jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan kepada kami untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras, ya,” kata Dudung usai rapat.

Untuk memperkuat upaya pemadaman, Prabowo juga memerintahkan pengerahan pesawat Hercules guna mendukung operasi udara. 

Langkah tersebut melanjutkan penggunaan pesawat Casa yang sebelumnya telah dikerahkan dalam penanganan karhutla.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk penanganan karhutla ini harus betul-betul masif, ya, penanganannya," ungkap Dudung.

Selain memperkuat operasi udara, Prabowo menginstruksikan peningkatan pengerahan personel di lapangan. TNI, Polri, petugas dinas kehutanan, hingga masyarakat diminta terlibat aktif agar penanganan kebakaran berjalan lebih efektif.

“Nah, ini betul-betul harus secara masif, terukur, dan dilaksanakan dengan segera, karena memang ini sudah sangat mengganggu,” pungkas Menko Polkam.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya