Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Hukum

Dugaan Kejahatan Pasar Modal Harus Dibongkar Demi Jaga Kepercayaan Investor

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 17:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto didesak untuk mengusut tuntas dugaan kejahatan pasar modal yang menjadi alarm serius bagi integritas pasar modal.

"Ini kejahatan ekonomi yang serius. Komisi III mendukung penuh langkah Polri untuk mengusut seluruh dugaan kejahatan pasar modal. Kalau memang ditemukan unsur pidana, jangan ragu untuk ditindak tegas seluruh pihak yang terlibat, baik perorangan, kelompok, maupun korporasi," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, lewat keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.

Legislator Partai Nasdem itu menegaskan, gejolak pasar saham harus diusut secara menyeluruh, termasuk menguak seluruh pihak yang terbukti terlibat harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.


Polri pun diminta segera berkoordinasi dengan OJK dan BEI demi menjaga transparansi dan integritas pasar saham nasional.

“Pasar saham kita harus sehat dan transparan, jangan sampai ada segelintir orang yang mengambil keuntungan pribadi dengan cara melanggar hukum, memanipulasi, lalu merusak kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ungkap Sahroni.

Di sisi lain, Sahroni meminta investor tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih kuat dan ditopang peluang usaha yang terbuka serta kepastian hukum yang menjadi faktor penting bagi iklim investasi.

“Karena jika dilihat secara makro, ekonomi Indonesia sehat dan memiliki masa depan yang cerah. Banyak peluang terbuka. Apalagi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, salah satu aspek yang penting dalam dunia usaha yaitu kepastian dan penegakan hukum, telah berjalan tegas tanpa pandang bulu. Jadi para investor tidak perlu ragu,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya