Berita

Kapolri Suyudi Ario Seto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Keamanan

Kapolri Ungkap Dugaan Keterlibatan Negara Tetangga dalam Kasus Karhutla

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 17:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kapolri Suyudi Ario Seto mengungkap adanya keterlibatan pihak asing, termasuk negara tetangga, dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Suyudi mengatakan pihaknya kini masih mendalami keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Jadi ini sedang kita pilah-pilah, ya, mana yang terlibat pihak asing, mana yang bukan pihak asing. Ya, tapi yang jelas saya sampaikan dalam kesempatan ini bahwa ada keterlibatan pihak asing,” kata Suyudi usai menghadiri rapat terbatas penanganan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.


Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan keterlibatan negara tetangga, Suyudi membenarkan hal tersebut. 

“Ya, ya. Ada, ada negara tetangga,” ujarnya, tanpa merinci negara mana yang terlibat.

Di sisi lain, Suyudi mengungkapkan bahwa Bareskrim Polri telah meningkatkan 98 laporan polisi (LP) terkait kasus karhutla yang melibatkan korporasi ke tahap penyidikan. 

“Jadi dari 98 LP yang naik sidik, terkait dengan korporasi yang saat ini sedang berjalan, yang sedang berproses ke tingkat penyidikan, itu ada 98 kasus terkait korporasi,” jelasnya.

Polri saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat perkara sebelum menetapkan tersangka dalam waktu dekat. 

Penegakan hukum juga akan menyasar pihak-pihak yang bertanggung jawab di tingkat korporasi, termasuk pemilik perusahaan dan pemegang saham.

“Ya, baik itu sebagai pemilik perusahaan maupun juga para pemegang sahamnya, ya, yang bertanggung jawab terhadap korporasi yang terkait dengan terjadinya karhutla di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya