Berita

Kuasa Hukum Keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Bharatu Valdo), Petrus Bala Pattyona. (Foto: Istimewa)

Hukum

Pengacara Endus Ada Pelaku Lain dalam Pembunuhan Bharada Valdo

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 15:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo), seorang anggota Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri yang tewas ditembak menuntut keadilan. 

Melalui pengacaranya, Petrus Bala Pattyona, pihak keluarga meminta kasus penembakan terhadap korban yang diduga dilakukan juniornya di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan diusut secara menyeluruh dan transparan.

Sebabnya, muncul dugaan pelakunya lebih dari satu orang.


"Kami berharap kasus ini dibuka seterang-terangnya, siapa pelakunya dan apa motivasinya. Ini kasus pembunuhan berencana, dan kemungkinan tidak dilakukan satu orang," ujar Petrus dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.

Sepengetahuan dia, kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap Bharada Valdo diduga telah direncanakan.

Petrus mengklaim hal ini bisa terlihat berdasarkan dari luka pada tubuhnya saja dianggap parah, yakni adanya luka bekas tembakan dan bekas senjata tajam.

Bahkan, kata dia, dari informasi yang didapatkannya itu polisi sudah menyita senjata tajam berupa sangkur dan senjata api. 

Itu sebabnya, penyidik harus mengungkap secara terang siapa saja yang terlibat dan motif di balik dugaan kasus pembunuhan berencana tersebut.

"Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan tiga senjata pada saat yang bersamaan," tegas Petrus.

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan bahwa tersangka berinisial AR yang juga merupakan anggota Polri, telah diamankan. AR ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.

“Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi.

Budi menjamin bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel. 

"Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi," pungkasnya.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya