Berita

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bursa

BEI Turunkan Batas ARB Jadi 7 Persen untuk Redam Kepanikan Pasar

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 14:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan alasan menurunkan batas Auto Rejection Bawah (ARB) saham menjadi 7 persen dari sebelumnya 15 persen pada Senin, 19 Oktober 2026.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk meredam kepanikan investor setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Ia mengakui pengumuman MSCI pada akhir pekan kemarin di luar perkiraan pasar, sehingga memicu kepanikan dan meningkatkan ketidakpastian. Kondisi tersebut dinilai berisiko membuat investor mengambil keputusan di tengah tekanan psikologis.


"Pengumuman yang tidak disangka-sangka oleh pasar itu menimbulkan kepanikan. Kami tidak bisa membiarkan investor mengambil keputusan dalam kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kami menyesuaikan parameter auto rejection bawah menjadi 7 persen," kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta.

Menurut Jeffrey, penurunan batas ARB menjadi 7 persen diharapkan dapat meredam tekanan jual yang berlebihan dan memberi ruang bagi investor untuk mencermati perkembangan informasi sebelum menentukan langkah investasi.

Ia mengklaim kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil pada sesi pertama perdagangan hari ini. 

"Tekanan jual masih ada, tetapi kepanikan seperti yang terjadi pada Jumat sudah berkurang. Itu yang kami harapkan. Pasar boleh saja turun, tetapi harus melalui mekanisme yang baik," katanya.

Jeffrey menegaskan, BEI akan terus mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut berdasarkan perkembangan kondisi pasar. Investor juga diminta mempertimbangkan fundamental perusahaan, bukan mengambil keputusan semata-mata karena panik.

Untuk diketahui kebijakan pembatasan ARB tersebut berlaku mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026 untuk saham dengan harga di atas Rp10.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya