Berita

Kabut oranye di Palangkaraya akibat karhutla (Tangkapan video Washington Post)

Nusantara

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebakaran hutan yang melanda Kalimantan tak hanya menyisakan lahan hangus dan kepulan asap, tetapi juga memaksa orangutan meninggalkan habitatnya untuk bertahan hidup. Puluhan satwa yang terancam punah itu harus dievakuasi ketika api dan kerusakan hutan semakin mempersempit ruang hidup mereka.

Kelompok konservasi di Indonesia melaporkan sedikitnya 51 orangutan telah diselamatkan dari sejumlah lokasi di Kalimantan Barat selama periode 6 Agustus hingga 19 Oktober 2026. Upaya penyelamatan dilakukan ketika kebakaran hutan dan polusi asap yang berkepanjangan mengancam kelangsungan hidup satwa liar.

Badan konservasi Kalimantan Barat bersama organisasi nirlaba Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) menyampaikan informasi penyelamatan tersebut pada Sabtu. Sementara itu, data Kementerian Kehutanan Indonesia yang dirilis pekan ini mengindikasikan jumlah orangutan yang diselamatkan dalam beberapa bulan terakhir di Kalimantan bisa mencapai 96 ekor.


Namun, angka tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut karena pihak berwenang belum dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan.

Ancaman terhadap orangutan juga terlihat di Kalimantan Tengah. Pada Sabtu, tiga lembaga konservasi bekerja sama menyelamatkan seekor orangutan jantan berusia 20 tahun di Desa Hampangen.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan satwa tersebut. Setelah dibius, orangutan itu langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi.

“Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati,” demikian pernyataan ketiga lembaga konservasi tersebut, dikutip dari France24, Senin, 19 Oktober 2026.

Mereka menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan segera setelah orangutan dibius untuk memastikan kondisinya sebelum dipindahkan ke pusat rehabilitasi.

Meski sejumlah orangutan berhasil diselamatkan, ancaman belum berakhir. Koordinator konservasi WWF Indonesia, Fenky Wirada, mengatakan masih ada orangutan yang bertahan di kawasan hutan yang tersisa di tengah kebakaran.

“Kami mencoba memeriksa dan menemukan bahwa masih ada beberapa orangutan yang tersisa di petak-petak hutan kecil ini,” kata Fenky.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan penyelamatan tidak berhenti pada evakuasi satwa yang terancam langsung oleh api. Habitat yang semakin terpecah juga membuat orangutan berisiko kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan.

Dampak kebakaran ini pun meluas hingga ke negara-negara tetangga. Asap dari kebakaran hutan di Indonesia menyelimuti Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste, memperburuk kualitas udara hingga mencapai kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat di sejumlah wilayah.

Di Singapura, periode kualitas udara tidak sehat bahkan menjadi yang terpanjang sejak krisis kabut asap pada 2015. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya