Berita

Direktur BEI Jeffrey Hendrik. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bursa

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menemui pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara daring pada Senin sore, 19 Oktober 2026.

Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi terkait proposal penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

“Seperti kita ketahui, Jumat Subuh kita mendapatkan kabar bahwa MSCI menyampaikan pengumuman bahwa menempatkan Indonesia di dalam konsultasi. Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. (Pukul) 3.30 nanti. Kami segera minta waktu untuk ketemu dengan MSCI,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin 19 Oktober 2026.


Jeffrey menjelaskan, BEI akan meminta klarifikasi mengenai latar belakang usulan tersebut. Pasalnya, pengumuman MSCI, kata Jeffery di luar perkiraan sebagian besar pihak di pasar modal.

“Kami di Bursa, di OJK maupun partisipan, sebagian besar partisipan dari MSCI tidak menyangka bahwa akan ada pengumuman seperti itu. Tentu kami akan menanyakan klarifikasi terkait dengan latar belakangnya,” jelasnya.

Meski demikian, Jeffrey belum merinci poin-poin yang akan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, MSCI pada Jumat 16 Oktober 2026 mengumumkan opsi penurunan status pasar modal ke Standalone Market. Usulan tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar, dengan keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyoroti persoalan aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia yang dinilai masih menjadi sumber kekhawatiran. Sejumlah pelaku pasar juga menyampaikan keraguan mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.

“Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi,” tulis MSCI dalam pengumumannya.

Setelah pengumuman tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok dan terkena trading halt pada Jumat. Tekanan berlanjut pada perdagangan hari ini pukul 12.50 WIB, IHSG melemah 5,05 persen ke level 4.923.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya