Berita

Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah (Foto: Kemlu RI)

Global

Kemlu Pantau Kondisi WNI di Tengah Gelombang Demonstrasi Eropa

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Prancis dan Italia menyusul gelombang demonstrasi yang berujung kerusuhan di sejumlah negara Eropa pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, berdasarkan laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris dan KBRI Roma, kondisi WNI di kedua negara tersebut masih aman.

“Hingga saat ini, KBRI Paris dan KBRI Roma belum menerima laporan mengenai adanya WNI yang terlibat maupun terdampak akibat demonstrasi tersebut,” kata Heni dalam pernyataan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.


Kemlu mengimbau seluruh WNI di wilayah akreditasi Prancis dan Italia agar meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi dari otoritas setempat, serta menghindari lokasi demonstrasi dan kerumunan massa. 

WNI juga diminta menyesuaikan rencana perjalanan dengan mempertimbangkan potensi gangguan transportasi umum dan mengikuti arahan otoritas keamanan setempat.

Dalam keadaan darurat, WNI di Prancis dapat menghubungi Hotline KBRI Paris di nomor +33-6-2112-2109, sedangkan WNI di Italia dapat menghubungi Hotline KBRI Roma di nomor +39-338-954-2333.

Gelombang demonstrasi di Eropa dipicu ketidakpuasan masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup, rendahnya upah, serta sulitnya mendapatkan hunian terjangkau. 

Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu, 18 Oktober 2026, aksi protes berlangsung di Prancis, Belgia, Italia, dan Portugal. 

Di Prancis, lebih dari 550.000 orang turun ke jalan, sementara kerusuhan di Milan, Italia, menyebabkan sedikitnya dua polisi terluka dan sekitar 50 demonstran ditahan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya