Berita

iPhone Duo/Apple

Tekno

Permintaan Membludak, Preorder iPhone Duo Mundur ke Tahun 2027

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 12:12 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Kehadiran ponsel lipat perdana buatan Apple, iPhone Duo, langsung disambut antusiasme luar biasa oleh para penggemar gadget global.

Dalam sesi pemesanan awal (pre-order) yang dibuka pada Jumat (16/10/2026) waktu Amerika Serikat, perangkat ini tercatat ludes terjual dalam hitungan detik.

Lonjakan permintaan yang masif berbenturan dengan terbatasnya pasokan membuat banyak calon pembeli harus mengelus dada. Berdasarkan laporan GizChina, stok iPhone Duo di China langsung ludes seketika, meninggalkan banyak konsumen tanpa unit pada gelombang pertama.


Bagi konsumen yang beruntung mengamankan slot gelombang pertama, perangkat dijadwalkan tiba pada 23 Oktober 2026.

Namun, bagi mereka yang tidak kebagian, waktu tunggu dipastikan jauh lebih panjang karena seluruh konfigurasi kini mengalami penundaan pengiriman (backorder) hingga tahun depan. Estimasi pengiriman baru tercatat pada 22 Januari hingga 29 Januari 2027.

Staf Apple Store di China mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan ini utamanya disebabkan oleh penggunaan teknologi engsel baru pada iPhone Duo yang membuat proses produksi unit menjadi sangat terbatas.

Diperkirakan, gelombang pertama ketersediaan iPhone Duo secara global hanya mencapai sekitar 200.000 unit.

Kondisi langka ini tak luput dari incaran para pengepul atau tengkulak (scalper). Di pasar resale China, model iPhone Duo berkapasitas 256 GB melonjak drastis hingga menyentuh angka 3.885 dollar AS (sekitar Rp 69,9 juta).

Angka tersebut hampir dua kali lipat lebih mahal dibanding harga resmi di Amerika Serikat yang dipatok 1.999 dollar AS (sekitar Rp 36 juta).

Sebagai informasi, Apple memasarkan iPhone Duo dalam tiga varian kapasitas penyimpanan:Varian 256 GB dibanderol 1.999 dollar AS (sekitar Rp 36 juta).

Varian 512 GB dipasarkan seharga 2.199 dollar AS (sekitar Rp 39,6 juta). Varian tertinggi 1 TB seharga 2.599 dollar AS (sekitar Rp 46,8 juta), yang laporan terbarunya menyebutkan baru akan tersedia secara penuh pada 2027.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya