Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Dua Tahun Memimpin, Gaya Komunikasi Prabowo Berubah Lebih Inklusif

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 10:44 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pendekatan komunikasi Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin baik sejak memimpin Indonesia. Gaya yang semula tegas dan cenderung konfrontatif kini bergeser menjadi lebih rekonsiliatif dan inklusif.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan perubahan itu terlihat dari pesan Prabowo yang semakin menekankan persatuan nasional, stabilitas politik, dan kolaborasi lintas kepemimpinan.

Sebelum menjadi presiden, Prabowo cenderung berkomunikasi secara meledak-ledak. Kini, ia lebih menonjolkan kejelasan program dan retorika persatuan, meski efektivitas komunikasi pemerintah masih menghadapi sejumlah kendala.


Menurut Jamiluddin, lemahnya koordinasi antarkementerian dan pernyataan pejabat yang tidak sinkron masih memicu polemik. Selain itu, terdapat kesenjangan antara narasi optimisme pemerintah dan realitas ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Jika komunikasi hanya fokus pada klaim keberhasilan sementara daya beli masyarakat tertekan, publik akan merespons secara kritis. Publik bisa saja menilai klaim keberhasilan itu hanya isapan jempol,” ujarnya, Senin, 19 Oktober 2026. 

Ia menilai pemerintah perlu memperkuat orkestrasi komunikasi melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Namun, komunikasi tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan pemerintah, melainkan juga kebutuhan informasi publik.

“Jadi, agar orkestrasi pesan dapat diwujudkan maka Bakom dan badan komunikasi pemerintah lainnya harus sama-sama menggunakan pendekatan bottom up, bukan top down,” tegas mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.

Menurutnya, sistem komunikasi nasional diperlukan untuk menghubungkan arus informasi dari pusat ke daerah sekaligus menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Dengan begitu, komunikasi publik dapat berjalan dua arah.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya