Berita

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Humas BGN)

Politik

Langkah Sudaryono Prioritaskan MBG di Wilayah 3T Diapresiasi

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang memprioritaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapat apresiasi dari Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, Prof. Andy Fefta Wijaya.

Menurutnya, langkah ini merupakan wujud konkret pemerataan akses gizi agar manfaat program tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah dengan tantangan geografis tinggi.

“Saya mengapresiasi perhatian serius Sudaryono terhadap wilayah 3T. Ini langkah nyata untuk memastikan anak-anak di daerah terpencil memperoleh kesempatan yang sama dalam pemenuhan gizi, yang sangat esensial dalam kebijakan publik,” ujar Prof. Andy saat dihubungi pada Senin 19 Oktober 2026.


Ia menilai program MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia untuk menekan angka stunting sejak usia dini.

“Program ini tidak cukup hanya mengejar jumlah penerima. Yang utama adalah memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah 3T, mendapatkan makanan bergizi,” tambahnya.

Selain perluasan jangkauan, Prof. Andy menyoroti pentingnya tata kelola dan integritas pengelola, termasuk kepatuhan terhadap standar keamanan pangan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mendukung langkah tegas Sudaryono yang menghentikan operasional dapur bermasalah demi melindungi kesehatan anak-anak.

“Dapur yang tidak memenuhi standar atau tidak amanah harus ditindak tegas. Kesehatan gizi anak-anak adalah hal yang tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Ke depan, ia berharap perluasan wilayah 3T diiringi oleh konsistensi pengawasan, evaluasi berkala, serta koordinasi erat dengan pemerintah daerah.

"Dengan tata kelola yang baik, MBG diharapkan tidak hanya luas cakupannya, tetapi benar-benar efektif meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," pungkas Prof. Andy.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya