Berita

Kabut oranye di Palangkaraya akibat karhutla (Tangkapan video Washington Post)

Global

Media Asing Soroti Karhutla Indonesia yang Bikin Udara Asia Tenggara Beracun

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebakaran hutan yang berbulan-bulan melanda Indonesia kini membawa dampak jauh melampaui wilayah yang terbakar, dengan asap yang menyelimuti sejumlah negara Asia Tenggara dan membuat Singapura mengalami periode terpanjang kualitas udara tidak sehat sejak krisis kabut asap pada 2015.

Dikutip dari France24, Senin, 19 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Asia Tenggara pada Minggu berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Asap dari kebakaran yang masih berlangsung di Kalimantan dan Sumatra menyebar ke Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste, mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Lembaga pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir, kembali menempatkan Singapura dan Kuala Lumpur dalam daftar lima kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia pada Minggu sore.


Wakil Direktur Badan Lingkungan Nasional Singapura, Jason Evans Tan, mengatakan negaranya kini menghadapi periode terpanjang dengan kualitas udara dalam kategori tidak sehat sejak krisis kabut asap 2015. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak 5 Oktober.

Di wilayah barat Singapura, konsentrasi partikel halus PM2.5 masih tinggi pada Minggu. Indeks Standar Polutan (PSI) selama 24 jam bahkan sesekali masuk kategori sangat tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memperburuk gangguan pernapasan. Paparan polutan ini menjadi perhatian khusus bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan.

Pakar ilmu atmosfer dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Wang Jingyu, mengatakan fenomena El Nino yang sangat kuat turut memperburuk kebakaran karena mengurangi curah hujan di kawasan tersebut.

“Curah hujan tidak mencukupi. Api sulit dipadamkan,” kata Wang kepada AFP.

Menurut dia, kondisi laut yang lebih dingin dari biasanya mengurangi penguapan dan membuat hujan tidak cukup untuk membantu memadamkan api. Situasi ini diperburuk oleh sistem topan di wilayah lain Asia Timur yang dapat mengalihkan kelembapan dari daerah yang dilanda kebakaran.

Dampak kabut asap juga merembet ke sektor transportasi. Kementerian Perhubungan Indonesia menyebut sekitar 2.400 penerbangan di seluruh negeri terdampak kabut asap sejak pertengahan Agustus.

“Kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara, yang dapat menyebabkan penundaan, gangguan, dan bahkan pembatalan penerbangan,” kata kementerian.

Selama kebakaran di Indonesia belum terkendali dan curah hujan belum memadai, kabut asap berpotensi terus menekan kualitas udara di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperbesar risiko kesehatan bagi jutaan orang yang terdampak.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya