Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Energi

Danantara Buka Jalan Pembiayaan PSEL, Minat Kredit Lampaui Tiga Kali Kebutuhan

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperkuat persiapan pendanaan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel. 

Minat pembiayaan indikatif yang masuk bahkan mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program tersebut.

Penetapan anggota panel dilakukan melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Panel ini menjadi wadah untuk memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman sebelum pembiayaan proyek memasuki tahap formal.


Managing Director DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan, jumlah anggota panel masih berpeluang bertambah mengikuti perkembangan proyek dan kebutuhan pendanaan ke depan.

"Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL. Minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan dari pasar pembiayaan," kata Stefanus dalam keterangannya, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 19 Oktober 2026. 

Melalui panel tersebut, DIM dan Denera dapat mengidentifikasi kemampuan pendanaan masing-masing institusi, baik untuk keseluruhan portofolio maupun proyek tertentu. Pemetaan ini menjadi dasar untuk menyusun skema pembiayaan yang sesuai, mulai dari jenis pinjaman, tenor, fasilitas nontunai, hingga alternatif pendanaan lainnya.

Anggota panel berasal dari beragam lembaga keuangan, mulai dari institusi pembiayaan proyek internasional, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, hingga pengelola dana iklim.

Sejumlah bank besar juga masuk dalam daftar tersebut, termasuk bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank umum swasta nasional, bank internasional yang beroperasi di Indonesia, serta bank syariah.

Meski minat pendanaan yang teridentifikasi melampaui tiga kali kebutuhan utang, angka tersebut masih bersifat indikatif dan belum menjadi komitmen pinjaman final. Setiap rencana pembiayaan tetap harus melalui evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

Chief Financial Officer PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) M. Ramadhan Harahap mengapresiasi partisipasi institusi keuangan yang telah bergabung dalam panel tersebut. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat memperlancar persiapan pendanaan sekaligus mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL.

"Kami mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan institusi keuangan yang telah bergabung dalam lenders panel PSEL Denera. Kami berharap kolaborasi ini dapat terbangun dengan baik dan menjadi fondasi bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL kami," kata Ramadhan.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya