Berita

Gedung BEI (RMOL/Foto: Reni Erina)

Bursa

Aturan Baru BEI: Batas ARB Dipangkas Jadi 7 Persen hingga Akhir Tahun

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan perubahan batas auto rejection saham melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tertanggal 19 Oktober 2026. Kebijakan ini berlaku mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026 dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan pasar.

Perubahan utama terletak pada batas Auto Rejection Bawah (ARB) yang dipangkas dari sebelumnya 15 persen menjadi 7 persen untuk saham berharga di atas Rp10. Dengan aturan ini, penurunan harga saham yang dapat terjadi dalam satu hari perdagangan menjadi lebih terbatas sebelum menyentuh batas ARB.

Sementara itu, batas Auto Rejection Atas (ARA) tetap mengikuti ketentuan berdasarkan kelompok harga saham. Rinciannya sebagai berikut:


- Harga Rp1–Rp10: batas ARA dan ARB tetap Rp1
- Harga di atas Rp10–Rp200: batas ARA tetap 35 persen, sedangkan ARB menjadi 7 persen
- Harga di atas Rp200–Rp5.000: batas ARA tetap 25 persen, sedangkan ARB menjadi 7 persen
- Harga di atas Rp5.000: batas ARA tetap 20 persen, sedangkan ARB menjadi 7 persen

Melalui penerapan auto rejection asimetris ini, BEI berupaya memberikan ruang bagi investor untuk mengevaluasi informasi dan merespons dinamika pasar secara lebih terukur. Kebijakan tersebut diharapkan mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih cermat dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan fundamental ekonomi.

Perlu dicatat, batas ARB sebesar 7 persen bukan berarti harga saham hanya boleh turun 7 persen dalam seluruh kondisi. Ketentuan tersebut berlaku sesuai mekanisme perdagangan dan kategori harga saham yang ditetapkan BEI.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya