Berita

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappissus), Aries Marsudiyanto, dalam kegiatan Penutupan atau Closing Ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Pemerintahan

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

SENIN, 19 OKTOBER 2026 | 03:06 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappissus), Aries Marsudiyanto, mendorong penguatan ekosistem perdagangan nasional melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, agar ekonomi Indonesia tembus 5 besar ekonomi dunia.

Aries menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Penutupan atau Closing Ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu sore, 18 Oktober 2026.

Menurutnya, kreativitas, inovasi, serta kemampuan diplomasi perdagangan menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia dan memperluas penetrasi produk nasional ke pasar global.


Ia mengatakan, Indonesia memiliki modal ekonomi yang besar, mulai dari jumlah penduduk yang hampir mencapai 300 juta jiwa, wilayah yang luas, hingga beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi digital, ekonomi kreatif, serta sumber daya alam yang melimpah.

Menurut Aries, berbagai potensi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam perekonomian dunia. 

Namun, peluang itu harus diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha dan perwakilan perdagangan dalam membangun kerja sama bisnis, baik secara bilateral, multilateral, maupun domestik.

“Supaya kreativitas, inovasi, dan insting dalam berdagang ini ditumbuhkan. Karena perdagangan itu merupakan suatu ilmu tersendiri, domain tersendiri, kehidupan tersendiri,” kata Aries.

Ia menilai, perdagangan membutuhkan keahlian khusus yang mencakup manajemen, pemahaman karakter pasar, strategi bisnis, serta teknik diplomasi dan negosiasi. 

Kemampuan tersebut diperlukan agar Indonesia dapat menarik minat investor asing sekaligus membangun hubungan dagang yang berkelanjutan.

Aries menegaskan, menarik investor dari luar negeri bukan perkara mudah. Meski demikian, hal itu dapat dilakukan apabila para pelaku perdagangan memahami strategi dan mekanisme bisnis internasional dengan baik.

“Untuk menggaet para investor dari luar negeri itu tidak gampang, tapi juga tidak susah kalau kita mengerti itu semua,” ujar Aries.

Lebih lanjut, Aries menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara Kementerian Perdagangan dengan kementerian dan lembaga lain. 

Menurutnya, pengembangan perdagangan tidak dapat berjalan sendiri karena melibatkan berbagai sektor yang saling berkaitan.

Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan antara lain industri, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta hubungan luar negeri.

Aries berpandangan, penyatuan berbagai sektor tersebut dalam sebuah ekosistem perdagangan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan produk, memperluas pasar, dan menarik investasi.

“Kalau ini bisa menjadi suatu ekosistem perdagangan, maka luar biasa,” kata Aries.

Ia mencontohkan sektor pangan sebagai salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Indonesia mempunyai beragam komoditas potensial, mulai dari kopi, daging, kina, vanili, hingga buah-buahan seperti durian dan mangga.

Namun, menurut Aries, potensi tersebut perlu dikelola secara profesional melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran.

Penguatan dari hulu ke hilir diperlukan agar produk nasional tidak hanya memiliki ketersediaan yang memadai, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pasar, menjangkau pembeli internasional, dan bersaing dalam perdagangan global.

“Mulai dari hulu sampai hilir, semua perusahaan perdagangan ini bisa terlaksana dengan membentuk ekosistem perdagangan dunia yang bagus dan profesional,” kata Aries.

Apresiasi Capaian TEI 2026

Dalam kesempatan tersebut, Aries juga menyinggung capaian TEI ke-41 Tahun 2026 yang dinilainya telah melampaui target transaksi yang ditetapkan. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perdagangan beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran perdagangan internasional tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam acara penutupan TEI 2026, nilai transaksi selama lima hari penyelenggaraan, pada 14-18 Oktober 2026, mencapai 22,94 miliar dolar AS atau sekitar Rp414 triliun. Nilai tersebut melampaui target sebesar 17,5 miliar dolar AS.

Aries berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kinerja TEI pada penyelenggaraan tahun berikutnya, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Ia menilai, peningkatan penyelenggaraan pameran perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan pelaku usaha, perluasan jaringan perdagangan, dan peningkatan kolaborasi antarsektor.

“Semoga tahun depan Trade Expo Indonesia ini akan lebih meningkat, dan secara kualitas maupun kuantitas juga akan menambah atau lebih tumbuh daripada apa yang telah dilaksanakan tahun ini,” tutur Aries.

"Pengembangan ekosistem perdagangan yang terintegrasi dan profesional menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi Indonesia, memperluas pasar produk nasional, serta memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di tingkat internasional," demikian Aries.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya