Berita

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno. (Foto: Istimewa)

Politik

Parameter Berbeda, Ini Tiga Besar Menteri Terbaik Survei PPI

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 22:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Parameter seorang pejabat negara dinilai berkinerja baik oleh masyarakat tidak selalu sama. Ada yang diapresiasi karena kebijakan pangan, ada yang dinilai melalui karakter dan cara kerja, bahkan pengakuan berkat perkembangan olahraga nasional.

Gambaran terungkap dalam survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran".

Dalam survei yang dipaparkan Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir masuk tiga besar menteri atau pejabat negara yang dinilai memiliki kinerja terbaik.


"Andi Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan 15,4 persen, diikuti Teddy Indra Wijaya sebesar 14,5 persen, dan Erick Thohir sebesar 6 persen," kata Adi, Minggu 18 Oktober 2026.

Temuan ini menarik karena ketiganya mendapatkan apresiasi melalui karakteristik yang berbeda. Disampaikan Adi, Amran menonjol melalui isu swasembada pangan, Teddy melalui persepsi tentang etos kerja dan komunikasi pemerintahan, sedangkan Erick melalui penilaian terhadap perkembangan Timnas Indonesia.

Dari responden yang menilai Amran berkinerja baik, sebanyak 29,6 persen menyebut swasembada pangan sebagai alasan. Sebanyak 17,6 persen lainnya menyebut pupuk murah dan berlimpah.

Alasan berikutnya adalah kerjanya terlihat sebesar 9,7 persen, tidak melakukan pencitraan 7,2 persen, kebijakannya bagus 6,7 persen, serta sering turun ke lapangan 5,4 persen.

Berbeda dengan Amran yang banyak diapresiasi melalui kebijakan pangan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif terutama karena persepsi terhadap karakter kerjanya.

"Teddy menempati posisi kedua dengan 14,5 persen. Ketika responden yang menilai Teddy berkinerja baik ditanya mengenai alasannya, jawaban terbesar adalah sedikit bicara, banyak bekerja sebesar 19,6 persen," tutur Adi.

Berikutnya, 15,6 persen menyebut penampilan Teddy yang tampan dan gagah, 11,9 persen mengapresiasi kemampuannya mengkomunikasikan program pemerintah, 10,1 persen menyebut dirinya sering muncul di media, dan 8,7 persen menilai hasil kerjanya terlihat.

Sementara itu, alasan lain mencakup cara bicara yang mudah dimengerti sebesar 5,6 persen, rajin dan profesional 4,1 persen, sering turun ke lapangan 3,4 persen, serta cerdas dan pintar 3,1 persen.

Di posisi ketiga, Erick Thohir memperoleh penilaian sebesar 6 persen. Alasan terbesar responden yang menilainya positif adalah persepsi bahwa Timnas Indonesia semakin bagus, dengan angka 15,6 persen.

Berikutnya, masing-masing 7,8 persen menyebut keberhasilan masuk final ASEAN Cup dan hasil kerja yang terlihat. Sebanyak 6,7 persen menyebut keberhasilan menyingkirkan Malaysia, sementara 6,3 persen menyebut penampilan Erick yang tampan dan gagah.

Alasan lainnya adalah kebijakannya bagus sebesar 5,1 persen, cerdas dan pintar 4,9 persen, memajukan olahraga 3,5 persen, serta kemenangan dengan sembilan gol dan juara ASEAN Cup yang masing-masing disebut oleh 2,5 persen responden.

"Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sepak bola memiliki pengaruh kuat dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap figur yang berkaitan dengan pengelolaan olahraga nasional," ucap Adi.

Survei PPI dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 desa/kelurahan, dan 120 rumah tangga yang dipilih secara acak. 

Responden merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,83 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya