Audiensi Pertamina bersama Gubernur dan Kapolda Sulawesi Utara. (Foto: Dok. Pertamina)
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara dengan tambahan Pertalite hingga 15 juta liter. Langkah ini dibarengi koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk menjaga kelancaran distribusi serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam audiensi Pertamina dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus dan Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Yudho Hermanto, Minggu, 18 Oktober 2026.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perusahaan terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi BBM, mulai dari terminal hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan penyaluran BBM berjalan optimal. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penguatan pasokan, optimalisasi distribusi dari terminal BBM ke SPBU, hingga pemantauan kondisi stok secara berkala,” ujar Lilik.
Sebagai bagian dari penguatan pasokan, kapal MT Maritim Khatulistiwa yang mengangkut sekitar 5 juta liter Pertalite telah merapat di Depot Bitung. Pertamina juga menambah penyaluran 168 ribu liter dari Integrated Terminal (IT) Gorontalo melalui jalur darat untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kotamobagu dan Bolaang Mongondow.
Selain itu, tambahan pasokan Pertalite sebanyak 10 juta liter dijadwalkan tiba di IT Bitung.
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan pemerintah provinsi siap mendukung langkah Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Ia juga mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak agar kebutuhan energi dapat dikelola secara efisien.
Pemerintah daerah turut mendorong pengaturan mobilitas melalui kebijakan
work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Yudho Hermanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan BBM. Kepolisian terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran distribusi serta pelayanan di lapangan.
Pertamina juga mengoptimalkan pengaturan antrean melalui petugas
marshall, memantau stok SPBU, dan memprioritaskan pengiriman berdasarkan kebutuhan masing-masing lokasi.
Di sisi lain, Pertamina mengimbau kepada masyarakat yang mengalami kendala pelayanan atau menemukan indikasi pelanggaran penyaluran BBM dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.