Berita

Peserta didik menggunakan masker untuk melindungi diri dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) . (Foto: istimewa)

Politik

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Diperlukan penguatan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan melalui sinergi pemerintah, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten.

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI, Nevi Zuairina, pemerintah telah menunjukkan upaya serius dalam mengendalikan karhutla melalui koordinasi berbagai lembaga, termasuk kementerian terkait, BNPB, TNI/Polri, Manggala Agni, dan pemerintah daerah.

“Kita mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan. Namun, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, melainkan bagaimana kebakaran dapat dicegah agar tidak terus berulang setiap tahun,” ujar Nevi, lewat keterangan resminya, Minggu, 18 Oktober 2026.


Terkait keputusan pemerintah yang belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, legislator asal Sumatera Barat tersebut mengikuti langkah pemerintah dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan dan kemampuan penanganan daerah.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menekankan bahwa dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan hubungan dengan negara tetangga harus menjadi perhatian serius.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu memastikan respons cepat, koordinasi antarlembaga yang efektif, serta perlindungan bagi warga terdampak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nevi mendorong percepatan restorasi gambut, penguatan sistem deteksi dini berbasis satelit dan drone, serta perluasan program pembukaan lahan tanpa bakar. Ia juga menilai pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan menjadi kunci keberhasilan pencegahan karhutla.

“Masyarakat harus diberikan solusi ekonomi yang nyata. Menjaga hutan dan gambut harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar daripada membakar lahan,” jelasnya.

Nevi turut meminta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, termasuk korporasi, dilakukan secara tegas dan transparan.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi menyangkut kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi bangsa. Kita harus membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus menjadi korban bencana asap,” pungkas Nevi Zuairina.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya