Berita

Representative Image (Foto: Bakom RI)

Pemerintahan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, harga eceran tertinggi (HET) seluruh jenis pupuk bersubsidi berhasil diturunkan hingga 20 persen untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kebijakan yang berlaku sejak 22 Oktober 2025 itu menjadi bagian dari pembenahan sektor pertanian, mulai dari penyesuaian harga pupuk, penyederhanaan regulasi, hingga perbaikan distribusi agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara lebih mudah dan tepat sasaran.

Presiden Prabowo menegaskan, penurunan harga pupuk tersebut merupakan langkah bersejarah yang diiringi peningkatan ketersediaan pupuk bagi masyarakat.


"Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah negara kesatuan RI. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat, tapi pada saat sama harga turun tapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita," terang Prabowo, dikutip dari Bakom RI, Minggu, 18 Oktober 2026.

Penurunan HET pupuk ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, dan NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram. 

Sementara itu, harga ZA khusus tebu turun dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Selain menekan harga, pemerintah memangkas 145 regulasi terkait penyaluran pupuk bersubsidi untuk menyederhanakan birokrasi dan mempercepat distribusi. 

Kementerian Pertanian juga mencatat pencabutan 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bersubsidi bermasalah pada semester I-2026. 

Pemerintah turut memperkuat pengawasan terhadap peredaran pupuk palsu yang dilaporkan menyebabkan gagal panen dan kerugian hingga Rp3,2 triliun sampai Rp3,3 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kemudahan akses dan distribusi pupuk yang tertib menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. 

“Kalau pupuk mudah diperoleh dan distribusinya bersih, produksi meningkat, petani untung, dan pangan nasional semakin kuat. Itu tujuan utama yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, naik 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 127,84. 

Secara kumulatif, NTP Januari-Agustus 2026 juga tercatat 3,18 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan manfaat penurunan harga pupuk dan perbaikan distribusi dapat dirasakan secara merata oleh petani di seluruh wilayah dan subsektor pertanian.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya