Berita

Kebersamaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: istimewa)

Politik

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dinilai mengalami perubahan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Menurut pengamat komunikasi politik Hendri Satrio, perubahan sikap Jokowi dipicu setidaknya oleh dua hal. Pertama, Jokowi bisa jadi merasa tidak lagi dilibatkan dalam keputusan politik. Kondisi itu membuat Jokowi terisolasi sehingga sikapnya kini berubah.

"Selama sepuluh tahun lebih, Pak Jokowi selalu berada di pusat keputusan politik. Sekarang, kalau ia merasa tidak lagi diajak bicara soal langkah-langkah besar, wajar kalau Pak Jokowi mulai mencari ruang politiknya sendiri," kata Hensa, sapaan karibnya, Minggu, 18 Oktober 2026.


Founder lembaga survei KedaiKOPI tersebut menilai, politisi yang merasa ditinggal umumnya hanya punya dua pilihan, yakni diam atau membangun panggung baru.

"Saya melihat Pak Jokowi memilih membangun panggung baru, bukan diam. PSI adalah kendaraan politik yang paling dekat dan paling masuk akal untuk itu," ujar Hensa.

Hensa juga melihat, alasan lainnya adalah Jokowi merasa diserang lewat isu ijazah. Isu yang semula menyasar ijazah Jokowi itu kini merembet ke ijazah SMA putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang perkaranya sampai disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Isu ijazah ini sudah bukan lagi soal pribadi Pak Jokowi. Begitu merembet ke anaknya, apalagi anaknya kini menjabat wakil presiden, wajar kalau Pak Jokowi merasa harus pasang badan dan tampil lebih keras," tutur Hensa.

Menurut dia, serangan yang datang terus-menerus justru bisa membuat seseorang berhenti bersikap defensif.

"Orang yang terus diserang lama-lama akan berhitung, daripada menunggu lebih baik maju duluan. Bisa jadi itulah yang sedang kita lihat dari sikap Pak Jokowi terhadap pak Prabowo sekarang," lanjutnya.

Meski begitu, Hensa tidak buru-buru menyimpulkan Jokowi akan berseberangan dengan pemerintahan yang ikut ia antar ke kursi kekuasaan. Ia mengakui, bacaannya disusun dari luar, dan hanya Jokowi yang tahu persis hitungan politiknya.

"Jokowi memang sejauh ini masih mendukung Prabowo-Gibran. Tapi melihat langkahnya sekarang, saya melihat Jokowi mungkin juga sudah mulai mempertimbangkan rencana lain. Dilihat saja apa yang akan ia lakukan bersama PSI nantinya," pungkas Hensa.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya