Berita

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Dokumentasi Kemhan)

Pertahanan

Menhan Bakar Semangat Prajurit Yonif TP 930 untuk Terus Mengabdi ke Rakyat

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 00:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

TNI Angkatan Darat (AD) menempatkan secara permanen Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 930/Toda Tebi (TT) yang berada di Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini dipertegas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau Marshalling Area Yonif TP 930 pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Sjafrie memastikan kunjungan ini adalah bentuk penghormatan dan dukungan negara kepada para prajurit-prajurit muda yang mendapat kehormatan bertugas pertama kali di Sumba Tengah.


"Pangkalan dan tempat pengabdian ini diberikan oleh rakyat melalui negara. Tugas kalian adalah membuktikan pengabdian terbaik untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI!” kata Sjafrie dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Untuk itu, Sjafrie berpesan kepada seluruh prajurit bahwa untuk terus menjaga solidaritas dan jiwa korsa prajurit sebagai perekat bangsa di wilayah kepulauan. 

"Kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika! Di dalam batalyon ini tidak ada lagi suku-suku, semua menyatu menjadi satu kesatuan Tentara Nasional Indonesia. Pegang teguh slogan Batalyon ‘Setia, Tangguh, Wibawa’. Jangan hanya diucapkan di mulut, tapi buktikan dengan keandalan menembak, beladiri, patroli, serta kesiapan menjalankan fungsi teritorial pembangunan!” tegas Sjafrie.

Selain fungsi pertahanan, Sjafrie menjelaskan bahwa Yonif TP memiliki kualifikasi ganda yakni di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. 

Oleh karena itu, Batalyon ini dibekali peralatan modern guna membantu mengatasi kesulitan masyarakat setempat dan juga mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Rakyat adalah orang tua kalian yang telah menyerahkan kalian kepada negara. Seluruh pakaian, perlengkapan, dan pangkalanmu berasal dari rakyat. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jaga disiplin, patuhi komando pimpinan, dan buat masyarakat di sekelilingmu merasa aman serta nyaman atas kehadiran Batalyon ini,” tandas Menhan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya