Berita

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Asing Angkat Kaki, Momentum Investor Lokal Serok Saham?

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 16:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo melihat peluang di balik keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia. 

Ia menyarankan investor domestik  memanfaatkan penurunan harga saham untuk menyerok atau memborong saham.

"Malah mungkin dengan asing keluar, harga turun, investor dalam negeri silakan serok aja sekarang," kata Dradjad kepada wartawan, di Kemenkop Perekonomian, Jakarta, dikutip Sabtu, 17 Oktober 2026.


Hal tersebut dikatakan di tengah ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka peluang menurunkan  klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Dradjad menilai, investor asing cenderung mengikuti acuan MSCI. Padahal, menurutnya, MSCI bukan satu-satunya rujukan dalam menganalisis pasar keuangan.

"Tapi satu yang ingin saya sampaikan, mereka (MSCI) tidak selalu benar," tuturnya.

Karena itu, investor domestik diminta tidak buru-buru mengikuti aksi jual asing. Dradjad menekankan pentingnya melakukan perhitungan sendiri dan tidak mudah panik menghadapi gejolak pasar modal.

"Cobalah, kalian bisa lebih independen. Perkuat analisis kalian, perkuat model-model kalian, melakukan modeling sendiri, bisa ngitung return saham kita sendiri, bisa tahu kekuatan kita sendiri,” kata Drajad.

Dradjad mencontohkan prospek emiten sektor konsumer domestik yang diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5,9 persen pada kuartal III-2026. 

Menurutnya, proyeksi kinerja perusahaan semacam itu perlu menjadi bahan pertimbangan investor, alih-alih mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen negatif.

"Kalau gampang panik akan rugi. Tapi kalau kita nggak gampang panik, itu akan bisa lebih aman," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya