Berita

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Informasi Asuransi LPS, Suwandi (kanan). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Finansial

LPS Singkirkan Asuransi Bermasalah dari Kepesertaan Awal

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 15:00 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Perusahaan asuransi dengan tingkat risk-based capital (RBC) di bawah 120 persen atau berstatus pengawasan intensif dan khusus tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk menjadi peserta Program Penjaminan Polis (PPP).

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Informasi Asuransi LPS, Suwandi, mengatakan, persyaratan kepesertaan tersebut ditetapkan untuk memastikan perusahaan asuransi yang masuk dalam program berada dalam kondisi sehat.

"Apa yang akan kami tentukan adalah pengawasan normal. Ini sebenarnya nggak harus set-set apa-apa, normal aja. Kalau pengawasan intensif, khusus, sudah pasti berarti ada permasalahan di perusahaan-perusahaan itu," ujar Suwandi di Bali, Jumat malam, 16 Oktober 2026. 


Ia menjelaskan, terdapat dua parameter utama yang menjadi perhatian LPS dalam menilai kesehatan perusahaan asuransi, yakni tingkat RBC dan status pengawasan.

Menurut Suwandi, RBC merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko yang mungkin terjadi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan batas minimum RBC sebesar 120 persen.

"Jadi, sarannya itu harus kumulatif. Baik RBC maupun status pengawasan," tegasnya.

Artinya, pemenuhan persyaratan kepesertaan tidak cukup hanya dilihat dari satu indikator. LPS juga mempertimbangkan status pengawasan perusahaan untuk memastikan tidak terdapat persoalan yang dapat memengaruhi kelayakannya menjadi peserta.

Suwandi menambahkan, penilaian awal tersebut akan menggunakan mekanisme self-assessment oleh masing-masing perusahaan asuransi. LPS selanjutnya melakukan validasi atau verifikasi untuk memastikan data dan kondisi perusahaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Apabila belum memenuhi ketentuan, perusahaan asuransi masih berpeluang memperbaiki kondisinya dan mengajukan kembali pemenuhan persyaratan kepada LPS. Setelah hasil verifikasi menunjukkan persyaratan telah dipenuhi, perusahaan tersebut dapat ditetapkan sebagai peserta Program Penjaminan Polis.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya