Ketua The Fed Kevin Warsh (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DRM News)
Tekanan inflasi akibat lonjakan biaya energi membuat arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian pasar, tetapi Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh belum bersedia memberi kepastian apakah bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga pada Oktober ini.
Berbicara dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand, Jumat, 16 Oktober 2026, Warsh menegaskan bahwa keputusan suku bunga akan bergantung pada perkembangan data ekonomi, bukan perkiraan mengenai langkah The Fed berikutnya.
“Saya tidak percaya mengatakan sekarang apa yang mungkin saya lakukan pada pertemuan-pertemuan yang akan kita adakan di sisa tahun ini,” kata Warsh, dikutip dari CNBC International, Sabtu 17 Oktober 2026.
Ia menambahkan, The Fed memasuki babak baru dan tidak lagi memberikan petunjuk awal kepada pasar mengenai keputusan kebijakan moneternya.
Pernyataan tersebut muncul ketika kenaikan biaya energi akibat perang Iran menambah tekanan inflasi, sementara investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) turut memengaruhi perekonomian. Di tengah kondisi itu, bank sentral di berbagai negara juga bergerak menuju kebijakan moneter yang lebih ketat.
Warsh menyebut kondisi tersebut sebagai “pengetatan kebijakan moneter secara serentak di sebagian besar tempat di seluruh dunia”. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada negara yang bisa sepenuhnya menghindari dampak pengetatan kebijakan moneter global.
Meski belum memberikan sinyal tegas, ekonom Goldman Sachs yang dipimpin Jan Hatzius menilai The Fed kemungkinan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober. Mereka masih memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya, sekaligus yang terakhir, akan dilakukan pada Desember.
September lalu The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75-4 persen, kenaikan pertama sejak 2023. Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 72,3 persen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober, sementara mayoritas memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada Desember.
Di sisi lain, Warsh optimistis kecerdasan buatan dapat meningkatkan produktivitas dan kemakmuran ekonomi dalam jangka panjang. Namun, ia mengingatkan bahwa proses menuju manfaat tersebut tidak akan berjalan mulus, terutama karena dampaknya terhadap lapangan kerja dalam waktu dekat masih belum pasti.