Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bursa

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Investor pasar modal diminta bersikap wait and see di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pengamat pasar modal Teguh Hidayat memperkirakan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk merespons persoalan tersebut, termasuk menangkap pihak-pihak yang dinilai bermasalah hingga menjatuhkan sanksi denda.

“Kalau memang pemerintah kita serius menanggapi masalah MSCI ini, bakal banyak yang ditangkap-tangkapi besok itu. Bakal banyak yang kena denda atau apa pun itu,” kata Teguh kepada RMOL, Sabtu, 17 Oktober 2026.


Menurutnya, langkah penindakan tersebut belum tentu langsung memulihkan IHSG. Namun, setidaknya dapat menahan tekanan lebih lanjut terhadap pasar saham domestik yang saat ini menghadapi persoalan kepercayaan investor global.

Teguh menilai tekanan tersebut berisiko mengingat kepemilikan asing masih cukup besar pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

“Dan itu tidak akan bikin IHSG langsung naik lagi, tapi minimal akan menahan. Karena ini bahaya, BCA dan kawan-kawan itu asingnya masih banyak di situ,” ujarnya.

Terkait strategi investasi, Teguh menyarankan investor yang masih memiliki dana tunai untuk tidak terburu-buru masuk ke pasar saham. 

Menurutnya, tekanan yang terjadi saat ini bukan sekadar persoalan fundamental perusahaan, melainkan juga menyangkut kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

“Kalau untuk saat ini, kalau misalnya pegang cash, masih tunggu dulu. Ini sangat-sangat sistemik, ini sangat-sangat dalam,” tuturnya.

Ia menjelaskan, investor selama ini memang disarankan untuk memburu saham perusahaan dengan fundamental yang baik. Namun, kondisi saat ini membuat pendekatan tersebut belum cukup untuk mengantisipasi risiko pasar.

Pasalnya, persoalan yang disoroti MSCI berkaitan dengan kepercayaan investor global terhadap tata kelola dan reformasi pasar modal Indonesia.

“Kalau dari sisi fundamental ya kita selalu bilang, kita perusahaan bagus, tetapi ini masalah kepercayaan investor global yang kita tuh sudah dikasih kesempatan untuk memperbaiki sama MSCI itu, berapa bulan itu? Dari Januari sampai Oktober, hampir satu tahun kan? Tapi ternyata ada reformasi betul tapi masih kurang di matanya MSCI ini.

Menurut Teguh, ancaman penurunan klasifikasi pasar dari emerging market ke standalone market menjadi yang pertama kali sepanjang berdirinya bursa efek.

“Ini masalah yang serius. Sepanjang berdirinya BEI belum pernah kejadian seperti ini. Jadi, kita memang masih harus wait and see dulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sendiri menyatakan telah siap menurunkan tim Bareskrim untuk mengusut dugaan pelanggaran dan tindak pidana di pasar modal Indonesia. 

Kapolri Jenderal Suyudi menyatakan langkah penegakan hukum akan dilakukan berdasarkan informasi, pengaduan, serta alat bukti yang dikumpulkan.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi dukungan Polri dan menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk sekuritas dan perorangan. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menjatuhkan denda total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN terkait pelanggaran transaksi saham.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya