Berita

Ilustrasi BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 10:39 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai ke berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Pua, pada Jumat (16/10/2026). Sebaran asap terdeteksi melalui pemantauan citra satelit dan analisis meteorologi.

Berdasarkan pemantauan citra satelit, asap terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Mengutip laman resmi BMKG, pemantauan tersebut menggunakan citra satelit Himawari-9 kanal 9 SM yang diperbarui pada pukul 13.00 WIB. 

Selain mengidentifikasi wilayah dengan sebaran asap, BMKG memantau arah pergerakannya berdasarkan analisis meteorologi, termasuk potensi pergerakan asap yang melintasi batas negara. Di Pulau Jawa, sebaran asap terpantau di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. 


Sementara itu, wilayah lain yang terpantau meliputi sejumlah provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Daftar Wilayah yang Terdeteksi Sebaran Asap Karhutla

Berdasarkan citra satelit Himawari-9, sebaran asap karhutla terpantau di berbagai wilayah Indonesia. Di Sumatera, asap terdeteksi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Di Kalimantan, wilayah yang terpantau meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Adapun di Sulawesi, asap terdeteksi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Sebaran asap juga terpantau di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sementara itu, di kawasan Maluku, asap terdeteksi di Maluku dan Maluku Utara.

Di Papua, pemantauan BMKG menunjukkan sebaran asap di Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Arah Pergerakan Asap Karhutla di Indonesia

Selain memantau wilayah persebarannya, BMKG menganalisis arah pergerakan asap di sejumlah daerah. Di sebagian wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan, asap terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.

Arah pergerakan serupa juga terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah wilayah di Papua. Sementara itu, asap di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan sejumlah wilayah Sulawesi terpantau bergerak ke arah tenggara hingga barat daya.

BMKG mencatat pola angin di Indonesia secara umum bertiup dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi angin tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan asap di atmosfer.

Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Bergerak ke Malaysia-Singapura

Pergerakan asap yang dipantau BMKG tidak hanya terjadi di dalam wilayah Indonesia. BMKG juga mendeteksi sebaran asap lintas batas negara atau transboundary haze, yakni fenomena ketika asap bergerak melintasi perbatasan antarnegara.

Berdasarkan hasil pemantauan, asap dari Sumatera terpantau bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Pergerakan serupa juga terdeteksi dari Kalimantan menuju kedua wilayah tersebut.

Selain itu, asap dari Papua Nugini terpantau bergerak ke arah Papua Selatan. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa sebaran asap dapat menjangkau wilayah di luar lokasi asalnya, bergantung pada kondisi atmosfer dan pola angin.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Di tengah pemantauan sebaran asap karhutla, masyarakat diimbau mengikuti informasi kualitas udara berdasarkan hasil pengukuran resmi. Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menilai kondisi udara di wilayah masing-masing dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Jika kualitas udara memburuk, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi untuk membatasi paparan asap.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya