Berita

Pimpinan Pusat Pagar Nusa menggandeng Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia untuk memperkuat pendampingan hukum bagi masyarakat (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pagar Nusa Targetkan 2.000 Kader Ikuti Pendidikan Profesi Advokat

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pimpinan Pusat Pagar Nusa menggandeng Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia untuk memperkuat pendampingan hukum bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, sebanyak 2.000 kader ditargetkan memperoleh beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Jumat16 Oktober 2026.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengatakan, pemahaman hukum menjadi bekal penting bagi kader untuk membantu masyarakat memperjuangkan hak dan memperoleh keadilan.


Menurutnya, peran pendekar tidak sebatas menjaga keamanan, tetapi juga melindungi masyarakat melalui cara-cara yang beradab, termasuk ketika berhadapan dengan persoalan hukum.

Ia menekankan, keterbatasan pengetahuan dan biaya tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan kesempatan mendapatkan perlindungan hukum. Karena itu, peningkatan kapasitas kader di bidang hukum diharapkan memperluas jangkauan pengabdian Pagar Nusa.

Nabil menyebut kerja sama tersebut juga menjadi kado menjelang Hari Santri.

Presiden DPN Indonesia Faizal Hafied mendukung peningkatan kompetensi hukum kader Pagar Nusa. Menurut dia, pengabdian organisasi dalam menjaga kiai, agama, dan bangsa dapat diperkuat melalui kemampuan memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat.

Dari target 2.000 peserta beasiswa PKPA, kader terpilih dan berprestasi berpeluang memperoleh dukungan lanjutan untuk mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA), menjalani proses pengambilan sumpah advokat, hingga mendapatkan Berita Acara Sumpah (BAS).

Dukungan yang disebut sebagai “karpet merah” tersebut tidak berlaku otomatis bagi seluruh penerima beasiswa, melainkan diperuntukkan bagi peserta yang memenuhi kriteria seleksi.

PBNU turut menyambut baik inisiatif tersebut. Katib Syuriah PBNU KH Ahmad Sudrajat, yang hadir dalam penandatanganan, menilai program ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran dan meningkatkan kemampuan hukum kader Pagar Nusa yang juga merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan itu, Nabil juga memperkenalkan Ketua Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LABH) PP Pagar Nusa, Ahmad Muzakka. Ia kemudian meminta Muzakka memperagakan sejumlah jurus Pagar Nusa yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya