Berita

Ilustrasi (Dokumen RMOL)

Finansial

OJK Benahi Industri BPR-BPRS Lewat Konsolidasi, Ini Tantangannya

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong konsolidasi bank perekonomian rakyat (BPR) dan BPR syariah (BPRS). 

Selama tahun berjalan hingga September 2026, sebanyak 117 BPR/BPRS telah digabung menjadi 33 entitas, sementara lebih dari 200 lainnya masih dalam proses perizinan.

“Dapat kami sampaikan bahwa proses penggabungan atau merger antar BPR/BPRS masih berlangsung dan terus mengalami penambahan hingga saat ini,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu 17 Oktober 2026.


Dian menjelaskan, pengurangan jumlah entitas tidak berarti usaha dihentikan. BPR/BPRS yang bergabung dapat tetap beroperasi sebagai kantor cabang, dengan harapan permodalan dan manajemen yang lebih kuat turut meningkatkan kualitas layanan.

Konsolidasi ini dilakukan terhadap BPR/BPRS yang berada di bawah kepemilikan atau pengendalian pemegang saham pengendali (PSP) yang sama, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPRS.

OJK menargetkan konsolidasi dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat modal, memperbaiki tata kelola dan manajemen risiko, serta memperluas layanan. Namun, Dian mengingatkan bahwa hasilnya membutuhkan waktu dan harus dievaluasi secara menyeluruh.

Penguatan industri juga menghadapi tantangan, mulai dari permodalan, kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengelolaan risiko dan kredit. BPR/BPRS dituntut meningkatkan daya saing tanpa kehilangan peran sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat dan UMKM.

Di tengah proses tersebut, kinerja industri BPR/BPRS pada Agustus 2026 masih tumbuh. Aset meningkat 3,22 persen secara tahunan, dana pihak ketiga (DPK) naik 3,14 persen, dan penyaluran kredit bertambah 3,37 persen.

“Selanjutnya, OJK akan terus memantau kinerja BPR/BPRS dan mendorong agar konsolidasi serta penguatan industri dapat meningkatkan kesehatan dan daya saing BPR/BPRS secara berkelanjutan,” ujar Dian.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya