Berita

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba (tengah) dan Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Informasi Asuransi LPS, Suwandi (kanan). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Finansial

Bukan Nasabah yang Jadi Peserta, Ini Skema Penjaminan Polis LPS

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 08:13 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan program penjaminan polis asuransi mulai berlaku pada Juli 2027. Saat ini, LPS tengah mematangkan rancangan program, terutama terkait persyaratan kepesertaan perusahaan asuransi.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, mengatakan persiapan tersebut merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Target kami aktivasi dapat berlaku pada Juli 2027,” kata Ferdinan dalam pertemuan dengan insan media nasional di Bali, Jumat malam, 16 Oktober 2026. 


Ia menjelaskan, peserta program nantinya bukan masyarakat sebagai pemegang polis, melainkan perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah yang menyelenggarakan asuransi umum maupun jiwa.

Namun, perusahaan asuransi tidak otomatis menjadi peserta. LPS akan menetapkan persyaratan tingkat kesehatan perusahaan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya berdasarkan perhitungan Risk Based Capital (RBC).

Persyaratan tersebut disiapkan untuk menjaga keberlangsungan program sekaligus mengurangi risiko kegagalan perusahaan peserta pada tahap awal penerapan.

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Informasi Asuransi LPS, Suwandi, mengatakan pihaknya juga menyiapkan skema pendaftaran bertahap bagi perusahaan yang belum memenuhi persyaratan.

Melalui skema phased registration, perusahaan akan diberi waktu untuk memperkuat kondisi keuangan dan kesiapan operasional sebelum memenuhi kualifikasi kepesertaan.

“Yang paling penting, masyarakat perlu mengetahui bahwa melalui rancangan kepesertaan yang tepat, mereka tidak perlu khawatir jika perusahaan asuransinya mengalami kegagalan, manfaat proteksinya tidak lantas hilang,” ujar Suwandi.

LPS menyiapkan rancangan kepesertaan tersebut sebagai bagian dari persiapan operasional sebelum program penjaminan polis asuransi diberlakukan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya