Juru bicara Gedung Putih Katie Zacharia mundur di tengah kontroversi pendidikannya (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube WUSA9)
Belum genap sepekan menjabat, Katie Zacharia harus meninggalkan posisinya sebagai sekretaris pers Gedung Putih.
Polemik mengenai kualifikasinya sebagai pengacara menjadi sorotan media hingga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankannya untuk mempertimbangkan kembali jabatan tersebut.
Trump mengaku tidak ingin Zacharia terus menghadapi tekanan dari media. Ia juga menyebut tidak terburu-buru mencari pengganti Zacharia, yang sebelumnya ditunjuk untuk menggantikan Karoline Leavitt.
“Saya rasa Katie tidak seharusnya menderita seperti yang dialaminya di tangan pers,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih, dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu 17 Oktober 2026.
Trump mengaku telah meminta Zacharia untuk memikirkan kembali keputusannya bertahan di posisi tersebut.
Kontroversi ini bermula dari pertanyaan mengenai latar belakang profesional Zacharia. Meski merupakan lulusan sekolah hukum Pepperdine University di California, ia mengakui tidak lulus ujian advokat di negara bagian tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis, Zacharia juga membenarkan bahwa dirinya tidak lulus ujian untuk memperoleh izin praktik hukum.
Zacharia dilaporkan gagal dalam ujian advokat California pada 2011. Ia beralasan saat itu tengah mempersiapkan pernikahan dan pindah ke China untuk mengikuti pekerjaan suaminya. Zacharia juga membantah pernah secara langsung menyebut dirinya sebagai advokat, meskipun sebelumnya pernah mengatakan bekerja sebagai pengacara korporasi di Beijing selama tiga tahun.
Persoalan tersebut berlanjut setelah organisasi Campaign for Accountability mengajukan pengaduan kepada otoritas advokat California pada 14 Oktober 2026. Organisasi itu meminta penyelidikan atas dugaan penggunaan gelar pengacara tanpa lisensi yang sah. Sementara itu, Gedung Putih membela Zacharia dan menyebutnya sebagai sosok yang memenuhi kualifikasi untuk menjalankan tugasnya.
Masa jabatan Zacharia hanya berlangsung lima hari, lebih singkat dibandingkan Anthony Scaramucci yang menjabat sebagai direktur komunikasi Gedung Putih selama 10 hari pada periode pertama pemerintahan Trump.
Kontroversi tersebut pun menjadi tantangan tambahan bagi Trump ketika Partai Republik bersiap menghadapi pemilihan yang akan menentukan peta kekuatan politik di Kongres AS.